WARTABANJAR.COM, KARAWANG – Sore yang seharusnya damai berubah menjadi momen penuh duka di sebuah mushola kecil di kawasan Adiarsa Pusaka, Karawang. Di sana, seorang pria paruh baya bernama Endi Junaedi duduk terpaku. Matanya sembab, kaus merah mudanya basah oleh air mata. Di hadapannya, terbujur kaku jenazah Lusi Pebiani (25), cucu sekaligus anak yang ia besarkan sejak balita. Lusi, atau Lusy, diduga tewas dibunuh oleh suaminya sendiri usai pertengkaran hebat di rumah mereka di Majalaya, Karawang. Pelaku kini dilaporkan dalam kondisi kritis usai mencoba bunuh diri. Sementara pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap tragedi ini. Namun yang terpampang jelas sore itu bukan hanya kematian—melainkan kisah cinta tulus seorang kakek yang membesarkan cucunya sejak usia 3 tahun, pasca kepergian ibu kandung Lusy. BACA JUGA:VIRAL! Anak Kuli Lolos ITB, Dijemput Langsung Rektor dan Sekampung Patungan Biaya ke Bandung Selama lebih dari dua dekade, Endi dan istrinya merawat Lusy dengan penuh cinta. Mereka menyekolahkan, merawat saat sakit, hingga membimbing Lusy sampai dewasa. Sayangnya, tahun lalu, sang nenek wafat, membuat Lusy kembali kehilangan sosok terdekatnya. Ia sempat menuliskan status penuh duka di Facebook, menandakan betapa dalam luka yang ia rasakan. Tak ada yang menyangka rumah tangga Lusy akan berakhir dengan cara mengenaskan. Di mata keluarga dan kerabat, Lusy dikenal sebagai pribadi kuat, meski tertutup. Ia memilih diam, bahkan ketika hatinya mungkin sedang hancur. Jenazah Lusy disalatkan diiringi isak tangis para saudara, teman masa sekolah, hingga para tetangga. Ia pergi meninggalkan dua anak yang masih kecil, yang kini harus tumbuh tanpa pelukan seorang ibu. Meski telah dimakamkan, jejak kehidupan Lusy masih menggema dalam doa, air mata, dan cerita yang belum sempat ia tuturkan. Ia mungkin telah tenang, tetapi warisan luka dan cinta dari hidupnya akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang mencintainya. Komentar Netizen Penuh Emosi dan Keprihatinan: 😢😢😢😢 "Ikut sedih lihat kakeknya 😢😢" "Ya Allah... anak-anak Lusy gimana sekarang... 😭😭😭" "Setelah kasus di Serang, sekarang Karawang... 😢" "Kenapa tidak bercerai saja? Kenapa harus ambil nyawa orang lain..." "Ini yang ditakutkan dari pernikahan yang dipaksakan bertahan, padahal sudah penuh luka..."(Wartabanjar.com/cakapviral.id/berbagai sumber) editor: nur muhammad