WARTABANJAR.COM, MAGELANG – Sebuah video viral memperlihatkan ketegangan antara anggota organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Pemuda Kabah (GPK) dan aparat TNI Angkatan Darat kembali mencuat, kali ini di kawasan Salaman, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/6/2025). Dalam video yang viral di media sosial, tampak sejumlah anggota GPK menggeber motor secara provokatif saat berpapasan dengan personel TNI, memancing perhatian publik hingga gelombang kritik deras mengalir di dunia maya. Rekaman Aksi Arogan Picu Gelombang Kecaman Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah insiden sebelumnya, di mana seorang anggota GPK tertangkap kamera mendobrak mobil TNI di jalan raya pada Rabu (28/5/2025). Aksi tersebut sudah lebih dulu memicu kecaman luas dan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antara ormas dan aparat. Rekaman terbaru menunjukkan rombongan motor GPK melintas dan menggeber gas motornya keras-keras tepat di hadapan personel TNI yang sedang melintas, seolah menantang dan menunjukkan sikap tidak hormat terhadap aparat negara. BACA JUGA:MENDADAK HILANG! Pramugara British Airways Ditemukan Lagi Joget Bugil di Toilet Saat di Ketinggian 37.000 Kaki Netizen Murka: “Kalau TNI Saja Diperlakukan Begitu, Bagaimana Rakyat Biasa?” Respons publik di kolom komentar begitu menggema. Ribuan warganet menyuarakan kemarahan dan menuntut tindakan tegas terhadap ormas yang dinilai melenceng dari fungsi sosialnya. “Masa ormas nggak ada rasa hormatnya pada aparat? Tujuan didirikan ormas buat apa?” “Kalau TNI saja mereka berani, gimana ke rakyat biasa?” “Sudah waktunya bersih-bersih ormas yang tidak bermanfaat bahkan mengganggu masyarakat.” “TNI ngalah bukan karena lemah, tapi karena bijak. Tapi ormas macam ini jangan dibiarkan!” “Kapolres minta maaf? Harusnya yang arogan itu yang minta maaf, bahkan ditindak hukum!” TNI Tahan Diri, Warganet Justru Beri Apresiasi Meski sempat tersulut oleh aksi provokatif tersebut, para prajurit TNI yang terlibat menahan diri dan memilih untuk tidak membalas, demi meredam situasi dan menjaga ketertiban umum. Sikap ini justru mendapat pujian dari publik. “Salut pada bapak TNI yang tetap sabar. Mengalah bukan berarti kalah. TNI menunjukkan kelasnya,” tulis seorang pengguna X. Desakan Evaluasi dan Pembubaran Ormas Meningkat Aksi yang dinilai menantang aparat negara ini memperkuat seruan dari berbagai kalangan masyarakat untuk mengevaluasi keberadaan ormas-ormas yang kerap menimbulkan keresahan. Tidak sedikit pula yang meminta pemerintah mencabut izin operasional ormas yang terbukti bertindak anarkis dan tidak membawa manfaat nyata bagi publik. “Sudah waktunya diseleksi ulang. Jangan sampai rakyat takut sama ormas, justru aparat negara yang harus dilindungi,” ujar netizen lainnya. Insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk lebih tegas dalam menertibkan ormas-ormas yang bertindak di luar batas. Keberanian TNI menahan diri patut diapresiasi, namun ketegasan terhadap pelanggaran hukum tetap dinantikan masyarakat.(Wartabanjar.com/kompascom/berbagai sumber) editor: nur muhammad