WARTABANJAR.COM, JEMBER – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi brutal seorang remaja di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang tega menganiaya ibu kandungnya sendiri. Insiden memilukan itu terjadi saat sang ibu menasihati remaja berinisial SU (18), yang kemudian membalasnya dengan pukulan hingga menyebabkan luka memar di wajah korban. Aksi tidak terpuji tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan SU disidang oleh sejumlah warga dewasa di kampungnya. Video itu viral dan langsung menyulut kemarahan warganet. Korban, LM (38), diketahui merupakan ibu kandung SU dan warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong, Jember. Dalam video yang beredar, LM tampak hadir dalam pertemuan warga yang dilakukan di salah satu rumah. Wajahnya memar, diduga akibat penganiayaan oleh anak kandungnya sendiri. BACA JUGA:Gugatan SKLN terhadap Gakkumdu: Salah Alamat? Ini Penjelasan Ahli Hukum Tata Negara Reaksi Pedas Netizen: "Pasung Aja!" Video ini langsung dibanjiri komentar penuh amarah dari warganet. Banyak yang menyesalkan tindakan SU dan menyarankan hukuman berat. Beberapa komentar yang viral di antaranya: “Neraka jalur VIP… Keren bosqu.” “Ga ada yang bawa anak itu ke tempat sepi lalu dianiaya kah?” “Masukin ke barak, kasih pelajaran keras.” “PASUNG!” “Langsung sikat pak, kesuwen.” “Wis bolak-balik lihat video ini, tetap saja emosi. Kudu mancal raine, ketok kemaki!” Namun, ada juga yang mencoba melihat dari sisi lain, menyarankan agar anak tersebut diperiksa kondisi mentalnya dan mengingatkan pentingnya pola asuh dan lingkungan. “Dari jawaban si anak, sepertinya dia menyanggah sesuatu... mungkin ada beban mental... coba dibawa ke psikolog.” “Kalau pepatah orang Jawa: anak polah bapak kepradah. Bisa jadi ada yang salah dalam didikan, lingkungan, atau faktor lainnya.” Pelajaran Pahit: Saat Nasehat Dibalas Kekerasan Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa relasi antara anak dan orang tua, terutama dalam hal komunikasi dan pengasuhan, memerlukan perhatian serius. Remaja yang masih dalam tahap pencarian jati diri kerap bersikap impulsif—namun kekerasan terhadap orang tua jelas tak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun. Sampai saat ini belum ada laporan resmi apakah kasus ini telah ditangani pihak kepolisian. Namun, tekanan publik agar pelaku mendapatkan sanksi tegas terus bergema di dunia maya. "Terkadang nasihat orang tua sulit diterima akal. Tapi, seberapa benar logika dan egomu, jika membuat ibumu menangis—neraka sudah menunggumu."(Wartabanjar.com/mood.jakarta/berbagai sumber) editor: nur muhammad