Sebentar Lagi Hari Raya Idul Adha, Kemenag Bakal Pantau Hilal 1 Dzulhijjah 1446 Serentak di 114 Lokasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Musim haji sedang berlangsung yang puncaknya akan terjadi pada 9 dan 10 Dzulhijjah 1446 nanti bertepatan dengan momen wukuf dan hari raya Idul Adha.
Berbarengan dengan itu, umat Islam di seluruh dunia yang tidak berhaji akan melaksanakan puasa Arafah dan hari raya Idul Adha.
Untuk itu, Kementerian Agama RI sejak sekarang sudah merencanakan pemantauan hilal untuk mengetahui dan menentukan kapan bulan Dzulhijjah dimulai.
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) untuk menentukan awal Dzulhijah 1446 H pada Selasa (27/5/2025) nanti, bertepatan 29 Zulkaidah.
Kegiatan ini akan dihelat di 114 titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk juga di Kalimantan Selatan.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI, Arsad Hidayat dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Sidang Isbat di Jakarta, Rabu (21/5/2025), mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni antara 0° 44,15’ (nol derajat empat puluh empat koma lima belas menit) hingga 3° 12,29’ (tiga derajat dua belas koma dua puluh sembilan menit).
Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 5° 50,64’ (lima derajat lima puluh koma enam puluh empat menit) hingga 7° 6,27’ (tujuh derajat enam koma dua puluh tujuh menit).
“Kondisi tersebut telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menjadi acuan utama dalam penetapan awal bulan Hijriah di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya, dikutip Kamis (22/5/2025) dari situs Kementerian Agama RI.
BACA JUGA: DUNIA MARAH! Pasukan Israel Tembaki Delegasi Diplomatik 12 Negara di Jenin Tepi Barat
Sidang isbat itu, katanya, akan digelar di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam.
Setelah Salat Magrib, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup.
Pada saat yang sama, Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh titik pemantauan.
Menteri Agama akan mendengarkan tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para peserta sidang sebelum menetapkan keputusan resmi awal Zulhijah 1446 H.
Keputusan tersebut kemudian diumumkan kepada masyarakat dan disiarkan secara langsung oleh media.
"Hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Iduladha 2025," jelas Arsad.
Acara ini akan dihadiri sejumlah pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, serta para pakar ilmu falak dari organisasi keagamaan Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, pimpinan ormas Islam, dan pondok pesantren.
Lokasi Pemantauan Hilal 1 Zulhijjah 1446 H di Kalsel
Kementerian Agama Kalimantan Selatan juga akan memantau hilal 1 Zulhijjah 1446 H.
Mengutip keterangan dari Kementerian Agama RI, lokasi pemantauan hilal tersebut akan dilakukan di atap atau Rooftop Zuri Express Hotel, Banjarmasin. (yayu)
Editor: Yayu