DUNIA MARAH! Pasukan Israel Tembaki Delegasi Diplomatik 12 Negara di Jenin Tepi Barat
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Sebuah video yang beredar di media sosial Instagram memperlihatkan momen ketika Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melepaskan tembakan peringatan ke arah rombongan diplomat dari berbagai negara yang sedang melakukan kunjungan ke Jenin, Tepi Barat, pada Rabu (21/5/2025). Insiden ini terjadi saat para diplomat tengah meninjau situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam video yang diunggah oleh akun @info_banjarmasin, terlihat bahwa rombongan diplomat, yang terdiri dari perwakilan negara-negara seperti Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, Norwegia, Italia, Kanada, Mesir, Yordania, China, Rusia, Jepang, dan lainnya, dikejutkan oleh tembakan yang dilepaskan oleh pasukan IDF. Mereka segera mencari perlindungan untuk menghindari kemungkinan terkena tembakan.
BACA JUGA:Emado’s Shawarma Resmi Buka di Banjarmasin! Hadirkan Cita Rasa Timur Tengah dari Chef Asal Palestina
Menurut keterangan dari IDF, tembakan tersebut merupakan "tembakan peringatan" yang dilepaskan karena rombongan diplomat dianggap telah menyimpang dari rute yang telah disetujui dan memasuki zona operasi militer aktif. Namun, tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional. Prancis dan Italia segera memanggil duta besar Israel untuk memberikan penjelasan resmi. Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Harris, menyebut tindakan IDF sebagai "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengungkapkan bahwa dua diplomat Irlandia turut berada dalam rombongan tersebut .
Uni Eropa melalui Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, menekankan pentingnya akuntabilitas dan meminta penjelasan atas insiden tersebut . Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam tindakan IDF sebagai pelanggaran hukum internasional dan menolak klaim Israel bahwa tembakan tersebut hanya peringatan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Tepi Barat, khususnya di Jenin, yang menjadi lokasi operasi militer intensif oleh Israel sejak dimulainya konflik dengan Hamas. Operasi militer tersebut telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil Palestina.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai langkah selanjutnya terkait insiden ini. Namun, tekanan internasional terus meningkat, menuntut Israel untuk bertanggung jawab atas tindakan pasukannya dan memastikan keselamatan serta keamanan bagi para diplomat yang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah konflik.(Wartabanjar.com/militarynewsinternational/The Irish Sun/CNN/berbagai sumber)
editor: nur muhammad