GEGER! Menkes Sebut Gaji Rp15 Juta Lebih Pintar, Netizen Ngamuk: “Nyindir Program Makan Gratis Ya?”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin tengah menjadi sorotan usai pernyataannya yang kontroversial soal kaitan antara gaji, kesehatan, dan kecerdasan. Dalam acara “Double Check” yang digelar di Jakarta Pusat pada Sabtu, 17 Mei 2025, Budi menyebut bahwa orang dengan penghasilan Rp15 juta per bulan pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan mereka yang bergaji Rp5 juta.
“Tanpa kesehatan dan kecerdasan yang baik, seseorang tidak mungkin memiliki penghasilan tinggi,” ujar Budi dalam forum tersebut.
Ia menambahkan, selama masih banyak warga yang berpenghasilan di bawah Rp15 juta per bulan, Indonesia belum bisa dianggap sebagai negara maju. Menurutnya, tugas utama Kementerian Kesehatan adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan sekadar mengobati yang sakit.
BACA JUGA:HEBOH! Perampokan Minimarket di Tanah Abang Terekam CCTV, Pelaku Gasak Rp 70 Juta dan Todongkan Pistol!
Namun, pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari publik. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, turut angkat bicara. Ia menilai bahwa pernyataan Menkes terlalu menyederhanakan realitas sosial dan tidak seharusnya dilontarkan tanpa data pendukung yang kuat.
“Tidak otomatis orang bergaji Rp15 juta lebih sehat dan pintar dibandingkan yang bergaji Rp5 juta. Jangan sampai pernyataan seperti ini menimbulkan keresahan,” tegas Yahya.
Netizen Membalas Pedas: "Gaji Aja Dulu Naikin, Pak!"
Di media sosial, reaksi netizen jauh lebih tajam dan satir. Banyak yang menilai pernyataan Menkes terkesan meremehkan rakyat kecil dan tidak sensitif terhadap realitas ekonomi masyarakat.
Berikut beberapa komentar netizen yang viral:
“Berarti gampang dong, kalau mau rakyat sehat dan pintar, tinggal kasih gaji di atas Rp15 juta aja semua.”
“Pak, banyak pejabat yang gajinya lebih dari Rp15 juta tapi kelakuannya? Hadeuh...”
“Mungkin maksudnya nyindir program makan gratis ya? Mending langsung UMK Rp15 juta rata nasional dong, lebih logis katanya.”
“Bapak sehat? Apa cuma asal ngomong doang?”
“Gaji rakyat diukur, gaji pejabat kapan disedekahkan untuk rakyat?”
Pernyataan ini bahkan memunculkan sarkasme bahwa posisi Menkes bisa saja terguncang akibat kontroversi ini.
Publik Menanti Klarifikasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Budi Gunadi Sadikin terkait viralnya pernyataan tersebut. Namun, gelombang kritik dan kekecewaan masyarakat terus bermunculan, menandakan betapa sensitifnya isu ketimpangan sosial di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak warga.(Wartabanjar.com/tanahbumbuiinfo/CNA.id/detik/berbagai sumber)
editor: nur muhammad