Keterlaluan! Israel Tetap Gempur Palestina Saat Perayaan Idul Fitri Hingga Puluhan Orang Tewas
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, GAZA - Agresi Israel ke wilayah Palestinga sudah sangat keterlaluan, hingga tidak memberi kesempatan warga untuk merayakan Idul Fitri.
Militer Israel tidak berhenti di saat warga Palestina setidaknya bisa menikmati momen kebahagiaan menyambut Idul Fitri.
AFP melaporkan Selasa (1/4/2025), Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan ada 80 orang di Palestina yang tewas dalam 48 jam terakhir.
Puluhan korban meninggal itu tersebar di seluruh wilayah Palestina.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat angka itu menambah daftar korban meninggal dunia akibat serangan Israel yang kembali meningkat di wilayah Palestina. Militer Israel diketahui kembali menyerang Palestina sejak 18 Maret silam.
Baca juga:Arab Saudi Buka Pendaftaran Paket Haji untuk Warga Lokal Lewat Aplikasi
Suasana perayaan Idulfitri di Jalur Gaza berubah menjadi duka setelah serangan udara Israel.
Serangan yang menghantam kota Rafah dan Khan Younis itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan memburuknya kondisi kemanusiaan.
Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengonfirmasi bahwa 15 jenazah pekerja medis ditemukan di Rafah setelah menjadi sasaran tembakan Israel.
Selain itu, citra satelit menunjukkan lima kendaraan penyelamat turut hancur akibat serangan tersebut.
“Ini adalah tragedi bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi kerja kemanusiaan,” demikian pernyataan PRCS.
Baca juga:Pipa Gas Petronas Meledak, Api Merambat ke Permukiman Warga
Situasi di Gaza semakin genting setelah Israel menghentikan pengiriman bantuan sejak awal Maret, membuat warga Palestina menghadapi krisis pangan yang semakin parah.
“Warga Palestina seharusnya berbuka puasa dengan makanan yang sangat enak untuk Idulfitri, tetapi hari ini mereka tidak memperoleh satu kali makan pun. Situasi di Gaza sungguh menyedihkan,” kata jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary.
Di sisi lain, upaya perundingan gencatan senjata masih belum menemukan titik terang.
Pada Minggu (30/3), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali tuntutannya agar Hamas melucuti senjata dan meninggalkan Gaza.
Israel juga mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap kelompok tersebut agar membebaskan 59 sandera yang masih ditahan.
Serangan terus berlanjut, meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak pertengahan Januari lalu.
Akibat agresi militer Israel, lebih dari 50 ribu warga sipil telah tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak. (Berbagai sumber)