Mengaku Ditumbalkan, Eks Pemain Timnas U-20 Minta Hukuman Diringankan Terkait Korupsi

 

WARTABANJAR.COM, JAKARTA, Menyatakan hanya ditumbalkan dalam kasus korupsi, mantan pemain Timnas U-20 Irfan Raditya (36), yang didakwa korupsi atas pembangunan gapura Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), menangis ketika membacakan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang yang dilangsungkan Kamis (13/3). Irfan pun meminta keadilan dengan hukuman diringankan.

“Saya meminta belas kasih kepada majelis hakim yang mulia untuk meringankan hukuman saya,” kata Irfan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (13/3/2025).

Baca juga:Dilaporkan ke KPK, Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah Merasa Ada Serangan Balik Koruptor

Terdakwa Irfan yang merupakan mantan pemain Timnas AFF Cup U-20 di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 5-19 Agustus 2005 tersebut mengaku sangat menyesal.

Irfan Raditya juga memohon maaf kepada seluruh pihak karena perbuatannya menyebabkan keuangan negara mengalami kerugian sebesar Rp365 juta.

“Saya meminta maaf dan sangat menyesal atas semua kejadian ini. Dikarenakan tanda tangan saya diperintah oleh atasan saya telah menyebabkan kerugian keuangan negara di dalam pembangunan ini,” tutur dia.

Mantan pemain PSDS Deli Serdang, Sumatera Utara itu juga mengaku, bahwa tidak pernah mendapat keuntungan apa pun atas proyek tersebut.

“Saya tidak pernah menerima keuntungannya sedikit pun dari proyek itu. Demi Allah, saya bersumpah, semua tanda tangan yang saya lakukan atas dasar perintah atasan tanpa saya tahu konsekuensinya,” jelas Irfan.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa dirinya sangat mencintai negara ini dan dibuktikan dengan cara dirinya menjadi pemain sepak bola profesional.

“Saya memohon maaf majelis hakim. Saya terlalu mencintai negara ini. Sejak usia 18 tahun, saya telah berjuang untuk negara ini. Saya teteskan air mata, keringat, dan darah saya untuk negeri ini,” ucapnya.

Baca juga: Kasus Korupsi Bank BJB Tetapkan 5 Orang Jadi Tersangka

Selain itu, terdakwa Irfan juga mengorbankan jiwa serta raganya demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Dia juga bercerita, dirinya pernah mengalami cedera patah tulang ketika bermain sepak bola membela Indonesia.