WARTABANJAR.COM – Sebuah rumah di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilaporkan sudah mengalami 51 kali kebakaran dalam seminggu terakhir. Hingga kini, penyebabnya masih belum bisa dipastikan.
Sejumlah pihak mulai dari pemerintah daerah hingga tim akademisi turun langsung menelusuri penyebab munculnya titik api sporadis yang terjadi di berbagai sudut rumah.
Dari serangkaian pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas metana. Tim dari Universitas Gadjah Mada bersama Pemda DIY dan pihak terkait melakukan pengecekan di area rumah.
Tim juga menelusuri jalur perpipaan, septic tank, hingga lingkungan sekitar, untuk memastikan sumber kemunculan api yang meresahkan warga tersebut.
Baca Juga: Patroli Hingga Fajar, Polresta Banjarmasin Cegah Gangguan Kamtibmas
Baca Juga: Langit Indonesia Malam ini 31 Mei 2026 Akan Dihiasi Bulan Purnama Blue Moon, Catat Jamnya!
Berdasarkan hasil pemeriksaan serta keterangan dari petugas Pemadam Kebakaran dan Tim Gegana, kejadian kebakaran yang berulang diduga dipengaruhi oleh adanya gas metana yang mudah terbakar yang berasal dari septic tank pembuangan tinja, serta limbah kotoran dari rumah yang juga menjadi tempat pemotongan ayam tersebut.
Pemilik rumah, Agus Yani (61) mengaku telah melakukan berbagai upaya penanganan, antara lain penyedotan septic tank, dan pembongkaran sebagian keramik rumah untuk mengurangi kemungkinan terakumulasinya gas di dalam tanah. Namun demikian, fenomena kebakaran masih terus terjadi.
Hingga saat ini, tercatat telah terjadi 51 kali kebakaran dengan titik api yang berpindah-pindah, baik di dalam maupun di luar rumah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius berbagai pihak karena kejadian tidak terjadi pada satu lokasi tetap, dan terus berulang meskipun telah dilakukan berbagai upaya penanganan.
Agus mengaku enggan musibah yang menimpanya dikaitkan dengan hal-hal mistis seperti santet. Mereka masih percaya peristiwa ini bisa dijelaskan secara ilmiah.
“Kalau menduga-duga (santet) aku enggak seiring. Ini tuh masih bisa diarahkan ke logis. Misalnya, gagang pintu ada handuknya, handuknya kan bisa menyimpan gas, bisa menimbulkan gas statis misalnya. Kalau dikait-kaitkan dengan hal mistis sepertinya aku yang enggak paham tentang itu begitu,” ujarnya.







