Waspada Banjir Rob di Pesisir Kalsel, Banjarmasin Barito Kuala Terdampak

WARTABANJAR.COM – Peringatan dini banjir rob dikarenakan adanya fase bulan Purnama pada 31 Mei 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air Iaut maksimum.

Potensi banjir rob terjadi di pesisir Kalsel berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut.

Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito pada 1 – 10 Juni 2026 pukul 08.00- 14.00 WITĀ dengan ketinggian maksimun mencapai 2.8 meter.

Wilayah berpotensi terdampak antara lain Pesisir Perairan Sungai Barito di Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Barito
Kuala dan Kota Banjarmasin.

Dampaknya, terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

Baca Juga Pengalihan Arus Lalu lintas di Cempaka, Tujuan Pelaihari-Banjarbaru Harus Lewat Jalan Ini

Baca Juga Misteri Kematian Eks Polisi Penembak Warga Banjarmasin, Meninggal di Dalam Penjara

Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim.

Jenis banjir ini sering terjadi di kawasan pesisir dan biasanya bersifat berkala, namun dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen karena faktor lingkungan dan perubahan iklim.

Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, rob berasal langsung dari air laut. Berikut penyebab banjir rob :

a. Pasang Laut (Tidal Flooding)

Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.

b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut