WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai penimbang rongsokan dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban duel berdarah melawan dua pelaku di rumahnya, kawasan RT 11 Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut pada Jumat (9/7/2026) malam sekitar pukul 22.40 WITA.

Korban yang diketahui bernama Bagio (51) tersebut terlibat perkelahian sengit menggunakan senjata tajam di dalam rumahnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka tusuk serius di bagian perut serta dahi, dan harus menjalani tindakan operasi darurat di RSUD H. Boejasin Pelaihari pada Sabtu (10/7/2026) siang.

Aksi penganiayaan tersebut pertama kali diketahui oleh saksi bernama Sudin (31) yang mendatangi lokasi karena mendengar keributan.

Saksi sempat dikejar oleh salah satu pelaku, namun pelarian kriminal tersebut digagalkan oleh warga sekitar yang sigap mengepung lokasi.

Satu pelaku bernama Rendy (38), warga Batakan Baru, berhasil diamankan warga lalu langsung diserahkan ke pihak berwajib.

Sementara itu, satu pelaku lainnya dilaporkan melarikan diri ke arah Batakan menggunakan sepeda motor.

Proses hukum atas kasus perkelahian berdarah ini kini telah dilimpahkan dan ditangani langsung di tingkat markas kepolisian resor setempat.

Kapolsek Batu Ampar, Iptu Munadi, memberikan konfirmasi mengenai perkembangan penanganan perkara dan proses pembuatan Laporan Polisi (LP) yang sedang berjalan.

BACA JUGA: Kronologi Perkelahian Maut di Pemalongan Tanah Laut, Satu Pria Tewas

BACA JUGA: Info Perkelahian di Desa Pamalongan Tanah Laut, Satu Orang Dilaporkan Tewas

"Ini masih dibikin laporan di Polres. Untuk laporan, di Polres secara resminya. Namun korban tadi siang diambil tindakan di operasi," ujar Iptu Munadi saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.

Mengingat korban merupakan seorang perantau yang tinggal sebatang kara di lokasi kejadian, pihak kepolisian mengambil langkah cepat untuk mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak alternatif di sekitar TKP.

"Jadi laporan baru saksi saja atau perwakilan RT, karena korban perantau sendiri. Jadi, untuk keterangan pastikan belum bisa, tapi laporan sudah diterima di Polres langsung," pungkas Iptu Munadi menjelaskan pemeriksaan korban.