WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Langkah besar Bukalapak menutup layanan penjualan produk fisik memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengguncang ekosistem digital. Keputusan ini merupakan bagian dari perubahan strategi bisnis yang diumumkan perusahaan. Selain itu, keputusan itu tentu saja membuat 2.000 lebih karyawan di sana menjadi resah, pasalnya Bukalapak bakal melakukan PHK dalam waktu dekat ini. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/1/2025), Bukalapak menyatakan bahwa penghentian layanan produk fisik berdampak langsung pada sejumlah karyawan. Namun, perusahaan menjamin hak-hak pekerja yang terdampak akan terpenuhi sesuai peraturan. “Sebagaimana telah disampaikan dalam keterbukaan informasi terkait rencana aksi korporasi, penghentian layanan produk fisik akan memengaruhi sejumlah karyawan di seluruh ekosistem usaha perseroan,” tulis pernyataan resmi Bukalapak. Bukalapak belum mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang akan terkena dampak atau waktu pelaksanaan PHK. Namun, komitmen perusahaan untuk memberikan kompensasi penuh bagi karyawan tetap menjadi prioritas. BACA JUGA:Mulai Bulan Depan Bukalapak Resmi Tutup Penjualan Produk Fisik! Fokus Bisnis Virtual: Token dan Pulsa "Perseroan akan memastikan pemenuhan seluruh hak dan kompensasi para karyawan terdampak sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas perusahaan. Penutupan Penjualan Produk Fisik: Strategi Baru Bukalapak Bukalapak sebelumnya mengumumkan penghentian penjualan produk fisik seperti pakaian dan barang elektronik di platformnya. Kini, perusahaan akan berfokus pada produk virtual, seperti pulsa, token listrik, dan layanan digital lainnya. Penurunan kontribusi pendapatan dari lini bisnis produk fisik selama tiga tahun terakhir menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Perubahan dinamika pasar dan tantangan industri membuat berbagai upaya perbaikan tidak membuahkan hasil. “Meskipun kami telah melakukan berbagai upaya terbaik, lini bisnis produk fisik pada aplikasi dan situs web Bukalapak terus menunjukkan penurunan kontribusi pendapatan. Kondisi ini diperparah oleh peningkatan biaya operasional yang signifikan,” jelas Bukalapak. Operasional Tetap Berjalan di Tengah PHK Meski diwarnai PHK, Bukalapak memastikan operasional aplikasi dan situs web tetap berjalan normal. Layanan digital yang bekerja sama dengan mitra juga tidak akan terganggu. Keputusan besar ini menunjukkan transformasi Bukalapak untuk tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan bisnis digital. Namun, dampak sosial berupa PHK menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad