WARTABANJAR.COM, BANDUNG – Pabrik narkoba yang beroperasi di sebuah perumahan mewah di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, berhasil dibongkar oleh Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Mabes Polri bersama Ditresnarkoba Polda Jawa Barat. Pabrik ini memproduksi narkotika jenis liquid yang dikenal sebagai Happy Water. Berawal dari Cibinong Pengungkapan bermula dari temuan paket Happy Water di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor. Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menyebut penemuan tersebut menjadi titik awal pengembangan yang akhirnya mengungkap lokasi pabrik di kawasan elit Bandung. "Dalam operasi ini, kami telah mengamankan tiga tersangka, yaitu SR sebagai penghubung, SP sebagai peracik bahan baku, dan IV sebagai pengemas produk," ujar Asep dalam konferensi pers pada Kamis (12/12). Satu tersangka lainnya, berinisial A, yang diduga sebagai pengendali utama laboratorium clandestine tersebut, masih buron dan telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Modus Operasi dan Barang Bukti Menurut Asep, modus operandi yang digunakan tersangka adalah menyamarkan pabrik narkoba di tengah pemukiman mewah, sehingga tidak mencurigakan. "Motif mereka jelas, yaitu mencari keuntungan dari bisnis haram ini," tambahnya. Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain: 7.333 sachet serbuk Happy Water. 494 botol liquid narkotika. 62 butir pil hijau-kuning dan 95 butir pil merah, keduanya mengandung MDMA. 5,9 kg liquid vape rasa pandan dan anggur dalam jerigen. 2,2 liter cairan biru bening dalam dua botol plastik. 3 liter cairan bening yang terbukti mengandung amfetamina. Peringatan untuk Masyarakat Pengungkapan ini menyoroti keberanian pelaku menyembunyikan produksi narkotika di kawasan elit. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar demi mencegah peredaran narkoba. Pabrik Happy Water di Bandung menjadi salah satu kasus terbesar yang terungkap tahun ini, menunjukkan bahwa peredaran narkoba semakin canggih dan menyasar berbagai kalangan masyarakat. Polisi akan terus memburu tersangka lainnya dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad