Saat perawatan, Kristiana menambahkan, RSCM melakukan tata laksana komprehensif bagi pasien judi online, seperti cognitive behavioral therapy. Hal itu untuk menghilangkan pemikiran yang salah tentang kesempatan menang dalam judol.

Selanjutnya, farmakoterapi, yakni pemberian obat-obatan karena adanya kerusakan otak bagian depan yang bertugas sebagai stop system (mengendalikan keinginan).

Craving atau keinginan yang sangat kuat untuk melakukan judi itu ada. Akibat dari kerusakan otak bagian depan. Jadi stop system pada otak itu seperti tertekan atau rusak. Jadi tidak aktif lagi,” ungkap Kristiana.

“Tidak bisa mengambil keputusan yang tepat. Jadi fungsi eksekutif, fungsi merencanakan, dan mengambil keputusan pada otak juga terganggu,” tambahnya.

Untuk menurunkan keinginan yang kuat dari pasien untuk tetap berjudi, RSCM melakukan Stimulasi Magnetik Transkanial (TMS), yakni mengalirkan gelombang elektromagnetik untuk menstimulus otak bagian depan.

Stop system tadi menjadi aktif dan kemudian bisa menurunkan craving. Jadi orang tersebut bisa mengendalikan keinginan untuk bermain judi,” pungkas Kristiana.(pwk)