Aksi Pembubaran Diskusi di Jaksel, SETARA Institute: Premanisme Merajalela!

Menurutnya, aksi premanisme yang meneror kebebasan sipil bukan kali pertama ini terjadi. Sebelumnya terjadi kekerasan serupa yang mengintimidasi dan menakut-nakuti masyarakat sipil dan media dalam berekspresi. Hal itu seperti yang terjadi pada perusakan kendaraan Jurnalis Majalah Tempo Hussein Abri Dongoran.

Baca juga: Kapolri Lantik Sejumlah Kapolda dan 2 Jabatan Baru di Mabes

“SETARA Institute mendesak pemerintah, khususnya aparat kepolisian, untuk mengusut tuntas sejumlah aksi premanisme dan mempertanggungjawabkan kepada publik penanganan aksi premanisme dimaksud,” katanya.

Pembubaran diskusi melalui aksi premanisme tersebut dalam pandangan SETARA Institute merupakan alarm nyaring yang menandai bahwa kebebasan sipil semakin menyempit di tengah demokrasi yang semakin surut (regressive democracy).

Dalam aksinya, massa memaksa bubarkan diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh dan pengamat politik. Tak sekadar dibubarkan, aksi preman juga menghancurkan sejumlah alat-alat di acara tersebut.

Baca juga: Militer Israel Sebut Pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah Tewas dalam Serangan di Beirut

Mantan Menteri BUMN Muhammad Said Didu yang juga hadir di acara tersebut pun langsung mentwet di akun X Muhammad Said Didu:

“Gaya premanisme bubarkan Diskusi Diaspora”

“Diskusi Diaspora yg menghadirkan banyak tokoh nasional di salah satu hotel di Jakarta Selatan dibubarkan oleh massa dg cara premanisme”

“Mereka masuk ruangan merusak semua alat peraga dan “mengusir” peserta”