"Apa yang mereka lakukan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memajukan budaya secara bersama-sama," tuturnya.

Penghargaan tersebut bukan hanya menjadi bentuk apresiasi, juga memberikan dukungan nyata dalam melanjutkan dan mengembangkan upaya pelestarian budaya.

Etnomusikolog asal Bandung yang juga penerima AKI 2023 kategori Pelopor dan Pembaru, Asep Nata, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut membawa kebanggaan bagi dirinya dan keluarga.

"Banyak respons positif yang saya dan keluarga besar asakan terhadap aktivitas budaya yang saya geluti. Dana pembinaan yang diberikan juga sangat bermanfaat untuk keluarga saya, serta mendukung dalam mengembangkan berbagai inovasi, khususnya pada bidang etnomusikologi," ujar Asep.

Sedangkan Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh yang mendapat penghargaan AKI 2023 kategori Pelestari, Mizuar Mahdi, mengemukakan penghargaan itu memperkuat eksistensi bagi lembaganya.

"Masyarakat Peduli Sejarah Aceh semakin diperhitungkan serta ditunggu setiap gerak kerja dan hasil kajiannya. Dana pembinaan yang diterima dari AKI dapat digunakan untuk pengembangan sekretariat dan museum mini yang sedang dikembangkan," katanya.

Baca juga:Jangan Lewatkan! Festival Budaya Pasar Terapung di Siring Nol Kilometer Hari ini

AKI 2024, akan membagi penerima penghargaan dalam dua jenis. Pertama, tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, yang terdiri atas Bintang Budaya Parama Dharma dan Satyalancana Kebudayaan.

Kemudian, penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang mencakup kategori Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Lembaga dan Perorangan Asing, Media, serta Anak.

Malam puncak AKI 2024, akan dihadiri Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju, serta dimeriahkan oleh kolaborasi dari sejumlah musisi Tanah Air.

Melalui AKI 2024, masyarakat diharapkan dapat semakin terlibat dalam gerakan pelestarian kekayaan budaya bangsa dan bersama memajukan kebudayaan Indonesia.(pwk)