WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Wakil Walikota Bukittinggi Abuya H. Marfendi menerima kunjungan Tim Gabungan Tanggap Bencana, Rabu (23/05/2024) malam. Mereka berasal dari Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) RESCUE, Medis Respon Team (MRT), Indonesia Gemilang dari DKI Jakarta serta Relawan Syarikat Islam Tanggap Bencana atau biasa dikenal dengan SIGAP dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Dalam audensi dengan para relawan, Abuya menjelaskan soal potensi wilayah Kota Bukittinggi serta masalah-masalah yang sedang dihadapi. Salah satu masalah tersebut yaitu kurangnya ketersedian air bersih di beberapa wilayah. Baca juga: Data BPS : 10 Juta Gen Z Menganggur “Ini juga menjadi masalah bersama di beberapa belahan bumi nusantara dan bahkan di dunia sehingga menjadi isu penting yang diangkat pada World Water Forum pada 18 - 24 Mei 2024 di Bali,” paparnya seperti dikutip Wartabanjar.com. Sementara tim gabungan relawan dalam pertemuan menyampaikan beberapa hal, terkait kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka tanggap bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat, awal Mei lalu. Baca juga: Rumah Pegi Alias Perong Hanya 350 Meter dari Lokasi Pembunuhan Vina Cirebon “Kami mengingatkan pentingnya mitigasi kebencanaan yang menjadi potensi di Kota Bukittinggi, agar menjadi perhatian serius oleh Pemerintahan Daerah,” ujar Ketua Relawan GPMI Rescue, Permana Irmansyah. Dalam kesempatan ini tim relawan gabungan juga memperkenalkan tentang manfaat air hujan bagi kehidupan sebagai salah satu alternatif solusi sumber air bersih di Kota Bukittinggi. Baca juga: Sering Tabrak Jembatan, Warga Lempari Tugboat Tongkang Batubara dengan Bom Molotov Permana menjelaskan, metode panen air hujan adalah metode mengumpulkan dan menyimpan air hujan untuk digunakan di saat yang dibutuhkan. Ketika air hujan turun ke bumi, dikumpulkan, diendapkan dan digunakan sesuai kebutuhan. Mengingat pasokan air yang cukup, sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-harinya. “Metode ini sangat cocok diterapkan pada daerah yang jauh dari mata air maupun sumber air tawar lainnya seperti sungai, danau, maupun waduk,” ujar Permana. Baca juga: Makam Mahasiswi Dibongkar Secara Misterius, Jenazah dan Kafan Masih Utuh Dirinya berharap kerjasama mengatasi kebutuhan air bersih di Bukittinggi bisa berlanjut. “ Kami berharap kerjasama seperti ini bisa terus berlanjut untuk mengatasi kebutuhan ketersediaan air bersih di kota Bukittinggi,” harapan Permana pada Wakil Walikota Bukittinggi ini. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko