Kritisi WWF ke-10 di Bali, Walhi Gelar Aksi CItarum Hadeuh di Bandung
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANDUNG - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat berencana menggelar aksi Citarum Hadeuh menyusul gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Aksi tersebut untuk menuntut pemerintah memperhatikan Sungai Citarum yang sudah lama kondisinya tercemar memprihatinkan.
Berdasarkan flyer yang mampir ke Redaksi Wartabanjar.com di Jakarta, titik aksi akan dilaksanakan di Gedung Sate Bandung, Selasa (22/05/2024) pukul 13.00 WIB. Menurut mereka, lima tahun lalu Sungai Citarum menempati peringkat ketiga dari sepuluh daerah terkotor di dunia. Gelar itu bersumber dari laporan Green Cross Switzerland dan Blacksmith Institute pada tahun 2013.
Baca juga: Bupati Lantik Pengurus LPTQ Balangan Periode 2024-2028
Setelahnya, berbagai strategi dikeluarkan pemerintah sebagai terobosan untuk merevitalisasi Sungai Citarum. Strategi itu mulai dari program Citarum Bergetar (2004) dan Citarum Bestari (2014) yang digawangi pemerintah daerah, hingga Citarum Harum (2018) yang langsung melibatkan pemerintah pusat.
Saat ini, 18-25 Mei 2024 pada perhelatan Water World Forum ke-10 di Bali, Citarum Harum dipamerkan sebagai percontohan keberhasilan pengelolaan sumber daya air.
Baca juga: Dishub Banjarbaru Ancam Tindak Aeris Hotel Jika Langgar Amdalalin Saat Soft Opening
"Kita, patut kritis untuk hal ini. Diakui atau tidak, selama 30 tahun ke belakang, berbagai program, gerakan, dan bantuan dana yang diberikan tidak memberikan dampak yang signifikan. Citarum tetap tercemar berat oleh limbah industri maupun sampah dan limbah rumah tangga," ujar para pegiat Walhi Jabar.
Program ini dinilai tidak banyak menyentuh akar persoalan. Program hanya terpaku pada persoalan.
Baca juga: Hasil Forum Parlemen WWF ke-10, Isu Air Jadi Agenda Prioritas
Sementara sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani dalam penutupan Parlianmentary Meeting WWF menyebut, pihaknya telah menyepakati empat isu utama sebagai rekomendasi. Adapun empat isu yang dibahas parlemen global terkait permasalahan air yakni akses kepada air dan sanitasi sebagai penentu SDGs (Sustainable Development Goals) atau Target Pembangunan Berkelanjutan, praktik inovatif untuk manajemen air yang inklusif, air sebagai inti dari aksi iklim, serta diplomasi air dan kerja sama untuk perdamaian.
Berikut poin-point penting dari Nusa Dua Communique:
Baca juga: Pemkab Barsel Serah Terima Buku Tabungan dan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana
1) Menjadikan upaya mengatasi krisis air sebagai bagian dari percepatan pencapaian SDGs;
2) Mendorong pengelolaan air yang mengedepankan pemenuhan hak asasi manusia;
3) Memaksimalkan peran pengawasan parlemen dan partisipasi publik untuk menyelesaikan berbagai hambatan terhadap akses air;
4) Meningkatkan inklusivitas perumusan kebijakan tentang air;
5) Memastikan air menjadi bagian yang terintegrasi dengan strategi nasional adaptasi perubahan iklim; serta
6) Mendorong pembiayaan yang inovatif untuk tata kelola air. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Heboh Perpisahan Sekolah di Banjarmasin Bak Dugem Hadirkan DJ
Editor: Sidik Purwoko