WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sosialisasi bertempat di Pendopo Serambi Madinah, Kantor Bupati Tanbu itu menghadirkan narasumber yakni Ketua Satgas Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual Universitas Lambung Mangkurat, Lena Hanifah, Selasa (7/5/2024). Bupati Tanbu Zairullah Azhar diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Putu Wisnu Wardana  membuka sosialisasi tersebut. Bupati dalam sambutan tertulisnya disampaikan Putu Wisnu Wardana mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk melindungi perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, masih adanya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tidak terlapor membuat kita sebagai pelayan publik, harus menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses guna mempercepat penanganan kasus kekerasan tersebut. Untuk itu, Ia berharap melalui sosialisasi ini dapat menunjukkan kepedulian dengan tidak melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. "Kepedulian kita tersebut akan menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan," ujarnya. Bupati juga berharap agar semua pihak berkomitmen untuk memperkuat jejaring koordinasi antar stakeholder dalam proses pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Sehingga tercapainya cita-cita bersama, membangun Tanah Bumbu Maju, Mandiri, Religius dan Demokratis. Kepala DP3AP2KB Tanbu, Erli Yuli Susanti menambahkan, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Tujuan sosialisasi ini adalah, pertama, ingin meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Termasuk jenis, dampak, dan cara pencegahannya. Kedua, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Dan ketiga, mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Serta membangun jejaring kerja antar pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan tersebut," beber Erli. Ketua Satgas Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual Universitas Lambung Mangkurat, Lena Hanifah selaku narasumber pada sosialisasi tersebut mengatakan pencegahan dan penanganan bagaikan dua sisi mata uang. Menurutnya, penanganan yang baik pada akhirnya akan membawa pada pencegahan itu sendiri. Orang-orang akan berpikir melakukan kekerasan, Ketika melihat penanganan yang dilakukan itu baik. Penanganannya seperti orang-orang yang melakukan kekerasan mendapatkan hukuman. Sehingga mereka yang berpotensi melakukan kekerasan akan berpikir Ketika melihat penanganannya baik. Upaya pencegahan salah satunya yakni melalui sosialisasi seperti yang dilakukan ini. Sosialisasi yang masif harus dilakukan dan tidak bisa dibebankan pada satu SKPD/Dinas saja, tetapi harus sinergi dengan semua pihak. (Didi) Baca Juga : Dua Kecamatan Baru di Tanah Bumbu Ini diharapkan Mensejahterakan Masyarakatnya Editor : Hasby