WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan (Kemenkum HAM Kalsel) meresmikan lima bangunan baru di Lapas Banjarbaru pada Sabtu (27/04/2024). Lima bangunan tersebut diantaranya Gereja, Dapur Sehat, Perpustakaan, Klinik Pratama dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banjarbaru.
Peresmian dilakukan Kepala kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM Kalsel, Taufiqurrahman bersamaan dengan Peringatan Hari Bhakti Permasyarakatan ke-60. Kepala Lembaga Permasyarakatan Banjarbaru, I Wayan Nurasta Wibawa menjelaskan, peresmian lima bangunan dan layanan tersebut menjadi salah satu aspek untuk memaksimalkan kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan (WBP).
“Layanan yang kita sediakan tentunya bekerja sama juga dengan pemerintah maupun swasta,” ujar I Wayan Nurasta Wibawa.
Baca juga: Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Banjar Gelar Parade
Seperti Gereja Bethel Indonesia Banjarbaru yang baru diresmikan, lanjut Wayan, merupakan hibah dari Gereja Bethel Indonesia Banjarbaru. Sekarang gereja itu sudah bisa berfungsi secara maksimal bagi WBP yang ingin beribadah.
Selain itu, Klinik Pratama juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan RSU Idaman Banjarbaru. Begitu juga dengan perpustakaan yang bekerja sama dengan Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan.
Ia berharap, lima layanan baru yang diresmikan itu bisa memberikan manfaat dan kemudahan bagi para WBP di Lapas Banjarbaru.
“Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas dan layanan baru seperti Perpustakaan bisa memenuhi hak WBP kita untuk menimba ilmu dan juga fasilitas klinik untuk memenuhi hak-hak kesehatan mereka,” tutupnya.
Baca juga: Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Banjar Gelar Parade
Berubahnya Sistem Kepenjaraan Menjadi Permasyarakatan
Sementara Kakanwil Kemenkum HAM Kalsel,Taufiqurrahman menceritakan sejarah Hari Bhakti Permasyarakatan dalam Peringatan Hari Bhakti Permasyarakatan ke-60 bertema ‘Permasyarakatan Pasti Berdampak’ di Lapas Banjarbaru. Menurutnya, masyarakat harus tahu bahwa Permasyarakatan sudah ada sejak 27 April 1964. Peristiwa itu menjadi momen bersejarah bagi para petugas dan warga binaan.







