Solusi Mencegah Perundungan atau Bullying Menurut Islam

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Akhir-akhir ini, publik kembali diramaikan dengan beragam kasus bullying atau perundungan.

Mirisnya, tindakan buruk ini menimpa bahkan terjadi di kalangan anak di bawah umur hingga remaja, baik di rumahnya, lingkungan bermain juga sekolahnya.

Di satu sisi anak bisa menjadi korban dan di waktu lain ia juga bisa menjadi pelaku perundungan.

Hasil penelitian yang dilakukan University of Cambridge menyatakan bahwa anak yang kerap menjadi korban bullying kemungkinan besar akan tumbuh menjadi aktor pelaku perundungan.

Maka, tidak mengherankan jika pada banyak kasus, anak yang menjadi pelaku bullying juga adalah korban perundungan dari kawannya di masa lalu.

Beragam perundungan, ejekan, hinaan yang dilontarkan dari pihak lawan, yang sebenarnya adalah teman sendiri, sangat berpengaruh terhadap mental dan kondisi psikis korban.

Kondisi ini jika tidak segera ditangani akan terus berdampak buruk bagi masa depan anak.

Anak yang menjadi korban akan menjadi pribadi yang penakut, menutup diri, dan enggan bersosialiasi.

Pencegahan sebelum terjadi merupakan hal penting untuk diketahui bersama.

Dalam hal ini, Islam menawarkan resep Qur’ani untuk memblokir pintu terjadinya kasus tersebut, tepatnya pada surah Yusuf ayat 5 di mana terjadi percakapan antara Nabi Ya’qub dengan putranya, Nabi Yusuf.

قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗاِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ