WARTABANJAR.COM, KANDANGAN - Satwa langka kadal terbang (Draco Cornutus) ternyata ada di situs Batu Gamping Batu Laki, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Keberadaan kadal terbang ditemukan tim Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark saat melakukan monitoring di kawasan tersebut.

Penemuan salah satu satwa arboreal endemik Pulau Kalimantan itu menjadi indikator masih terjaganya kualitas habitat alami di situs Batu Gamping Batu Laki.

Saat itu tim sedang melakukan pengamatan lapangan yang bertujuan mendokumentasikan kondisi situs, potensi geologi, serta kekayaan keanekaragaman hayati.

“Keberadaan Draco Cornutus menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem di kawasan Batu Gamping Batu Laki masih berada dalam kondisi yang baik. Satwa ini sangat bergantung pada tutupan vegetasi yang terjaga," ujar Biologist Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ramadhan Jayusman di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026) sebagaimana dilansir Media Center Kalsel.

Baca Juga: Kebakaran di Pasar Lima Banjarmasin, Kobaran Api Membubung dari Kios-kios

Baca Juga: Hasil Prancis vs Maroko 2-0: Misi Balas Dendam Piala Dunia 2022 Gagal, Mbappe Terus Tempel Messi

Draco Cornutus merupakan spesies kadal yang memiliki selaput kulit (Patagium) di kedua sisi tubuhnya.

Selaput tersebut berfungsi sebagai alat untuk meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya sehingga satwa ini dikenal dengan sebutan kadal terbang atau naga terbang.

"Keberadaan Draco Cornutus itu juga menunjukkan bahwa habitat alami di kawasan ini masih mendukung kehidupan berbagai jenis fauna khas Kalimantan,” ujar Ramadhan Jayusman.

Diungkaplannya, hasil monitoring tersebut juga akan menjadi bagian dari inventarisasi keanekaragaman hayati Geopark Meratus untuk mendukung upaya konservasi, penelitian, dan pengembangan edukasi lingkungan.

Sementara anggota tim Andre Fredly mengaku awalnya menduga yang ditemukan adalah kadal biasa.

“Saya sempat mengira satwa tersebut hanyalah kadal biasa yang berada di batang pohon. Namun, ketika ia membuka selaput di sisi tubuhnya lalu meluncur ke pohon lain, saya benar-benar terkejut. Pengalaman ini memberikan kesan tersendiri sekaligus membuka wawasan saya mengenai kekayaan fauna di kawasan Geopark Meratus,” ujarnya.