WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Hujan mulai turun meski tidak intens, meski demikian Pemerintah Kabupaten Banjar tetap memberlakukan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.
Sebelumnya Status Siaga Darurat Karhutla da n Kekeringan di Kabupaten Banjar berakhir 31 Oktober 2023.
Status itupun kemudian diperpanjang 3 hingga 15 november 2023.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Warsita, di kantornya di kawasan Indrasari Martapura, Selasa (7/11/2023) sore.
Baca juga: Kepulan Asap Tebal di Gang 4 Bikin Geger Warga Komplek DPR Jalan Jafri Zamzam
“ Perpanjangan status ini sudah proses dan sudah disetujui oleh bupati,” ucapnya.
Perpanjangan status siaga darurat karhutla dan kekeringan tersebut menurut Warsita dikarenakan dibeberapa kecamatan masih terdapat titik api, seperti di Kecamatan Gambut, Martapura Timur dan Martapura Barat.
Selain karhutla yang masih terjadi, pertimbangan lainnya yakni sebagian kecil masyarakat masih memerlukan air bersih seperti di Kecamatan Sambung Makmur, dan beberapa desa di Kecamatan Astambul dan Martapura.
“ Masyarakat masih memerlukan air bersih, masih krisis air bersih di Sambung Makmur, Astambul, Pingaran, Limamar dan Tambak baru,” rinci Warsita.
Selasa siang karhutla membakar semak belukar dan jerami padi di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat.
Tim gabungan di posko induk terdiri dari BPBD Banjar, BPK Kulawarga, BPK Combat lakukan penanganan dibantu sejumlah pegawai kecamatan setempat lakukan penanganan guna meminimalisir luasan lahan yang terbakar.







