Sepanjang tiga tahun terakhir, PLN kata Darmawan telah berhasil melakukan program transformasi bisnis operasional berbasis digitalisasi. Transformasi tersebut membawa dampak yang signifikan pada berbagai lini perusahaan.

Menurutnya, kini, monitoring operasional kelistrikan tak lagi dilakukan secara manual, namun telah diotomatisasi secara real time untuk memperkecil kemungkinan terjadinya gangguan.

“Kalau dulu ada laporan gangguan mungkin butuh waktu lama. Sekarang jika ada laporan gangguan, maka tim PLN akan langsung bergerak dalam hitungan menit. Saya tegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan layanan kelistrikan atau gangguan selama agenda HUT ke-78 RI ini, dan juga seterusnya,” tutup Darmawan.

Hal senada disampaikan General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3) Kalimantan, Abdul Salam Nganro.

PLN UIP3 Kalimantan juga sudah melakukan langkah – langkah preventif sebelum masuk masa siaga untuk manjaga keandalan jaringan kelistrikan, sehingga dalam masa siaga dipastikan tidak ada pekerjaan pemeliharaan yang membutuhkan pemadaman.

“Dalam masa siaga kami akan fokus menjaga kenyamanan para pelanggan, apabila ada pekerjaan emergency kami siap menerjunkan  tim Petugas Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang siap bertugas melakukan pemeliharaan tanpa perlu melakukan pemadaman aliran listrik kepada pelanggan,” ujarnya. (Hasby/rls)

Baca Juga : Tips Hentikan Ngorok Agar Tak Mengganggu Pasangan Saat Tidur

Editor : Hasby