Tangani Stunting, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Ajak Warga Jadi Pemengaruh Sanitasi
Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting.
Selain itu, kekayaan rumah tangga adalah pelindung dari risiko stunting.
Analisis PAF menunjukkan bahwa 21,58% dari beban stunting di antara anak-anak U-5 yang tinggal di daerah dapat dicegah dengan menyediakan akses ke sumber air minum yang lebih baik dan pengelolaan limbah padat rumah tangga yang lebih baik untuk mencegah infeksi berulang.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar kegiatan dukungan sanitasi dalam penanganan stunting yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat langsung untuk dapat membantu penanganan stunting di wilayah angka kasus stunting yang tinggi di Kota Banjarmasin, Kamis (13/7/2023) lalu di aula The Winners 4, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Narasumber Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, drg. Emma Ariesnawati, MM di acara ini menjelaskan stunting ini tidak bisa hanya diatasi dari satu sisi, salah satunya adalah faktor pengaruh dari sanitasi lingkungan.
"Harus semua paham bagaimana mengatasi sanitasi penanganan stunting, juga harus disosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat yang lain agar semua paham. Jadi, bukan hanya diterapkan dalam keluarga sendiri tetapi juga kepada keluarga yang lainnya,” katanya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Dr. Abdul Khair, SKM, M.Si yang mengajak masyarakat untuk dapat menjadi pemengaruh (influencer) sanitasi penanganan stunting di masyarakat melalui teknologi atau memanfaatkan peran media sosial yang ada. (berbagai sumber)
Editor: Yayu