WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Pengakuan mengejutkan dikemukakan Siti Khotimah, salah salah satu Asisten Rumah Tangga (ART) yang mendapat penyiksaan dari majikannya di Jakarta Selatan.

Siti Khotimah mengaku dirinya mendapatkan perlakuan keji dari majikan yang bertempat tinggal di apartemen kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

Siti mengungkapkan, sempat disuruh majikannya membaluri dirinya dengan sambal.

Pengakuan Siti disampaikan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/6/2023).

"Mereka disuruh Metty Kapantow (sang majikan) ngulek cabai lalu suruh dibalurin ke semua tubuh, sampai kemaluan saya," ujar Siti.

Tak hany itu, Siti juga disuruh memakan sambal mentah, tanpa bisa melawan majikannya yang dibantu oleh ART lainnya.

Baca juga: Ngeri! Isi Dakwaan Jaksa Terhadap Mario Dandy, Tendang Kepala David Ozora bak Bola

Siti juga mengungkapkan dirinya tidak menerima upah gaji dari majikannya selama bekerja, dan sempat memakan nasi hanya dengan garam.

"Dibayar enggak?" tanya hakim.

"Sama sekali enggak. Makan tanpa lauk, cuma garam disuruh Bu Metty. Kalau lapar suruh makan kotoran anjing atau kotoran saya sendiri, minumnya pakai air kencing anjing atau saya sendiri. Makan sehari sekali," ucap Siti.

Siti bahkan sempat dirantai di kandang anjing oleh majikannya. "Berapa lama?" tanya Hakim. "Pernah sampai 24 jam Pak," jawab Siti.

"24 jam? Saudara tidak dilepas dari kandang anjing itu? Terus bagaimana saudara buang air, bagaimana saudara makan?" tanya hakim.

"Suruh ditahan, ditahan, enggak boleh dilepas (rantainya)" kata SK.

"Sama sekali enggak boleh dilepas selama 24 jam?" tanya hakim.

"Suruh buang air besar, buang air kecil di situ," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami-istri, SK (suami 69 tahun) dan MK (istri 68 tahun), menganiaya Asisten Rumah Tangganya sendiri yaitu Siti Khotimah (23).

Siti disiram air panas hingga diborgol di kandang anjing. Penganiayaan ini tidak hanya dilakukan kedua pasutri tersebut.

Ada enam pelaku lain yang juga menganiaya Siti, yakni adalah JS (anak pelaku, 22 tahun), T, IN, O, P, dan E (ART). (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi