WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Ahli mengungkap potensi fenomena El Nino gagal muncul di wilayah Indonesia.
Sebaliknya, pengamatan menunjukkan fitur La Nina Modoki yang jika terus berlanjut dapat berdampak pada kemarau yang basah.
“Pengamatan terkini anomali suhu di Samudra Pasifik menunjukkan fitur La Nina Modoki, bukan El Nino. Apalagi dengan maraknya badai vorteks yg berpotensi terus tumbuh menjadi siklon tropis, maka El Nino bisa saja tertunda bahkan gagal terbentuk,” ujar Peneliti Klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin, melalui akun Twitter.
El Nino sendiri merupakan fenomena iklim berupa pemanasan Suhu Muka Air Laut (SML) di atas kondisi normal di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan ini bisa mengurangi curah hujan di Indonesia.
Pengamatan terkini anomali suhu di Samudra Pasifik menunjukkan fitur La Nina Modoki, bukan El Nino.
Apalagi dg maraknya badai vorteks yg berpotensi terus tumbuh menjadi siklon tropis, maka El Nino bisa saja tertunda bahkan gagal terbentuk.
/












