“(Kenikmatan itu juga lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah segera memberi maaf.”

Masih pendapat dari ulama kenamaan yaitu Syekh Wahbah al-Zuhaily, Ia menjelaskan ayat di atas mengisyaratkan tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang memaafkan pasukan pemanah yang tidak melanggar intruksi beliau saat perang Uhud.

Tidak hanya itu, Nabi Muhammad juga memaafkan perbuatan orang-orang kafir yang menjadi penyebab kematian pamannya, Hamzah bin Abd al-Mutallib dalam peperangan tersebut.

Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat, beliau menjelaskan apabila seseorang yang ingin ditinggikan derajatnya oleh Allah, maka cara yang dilakukan adalah hendaklah ia memaafkan kesalahan orang yang berbuat aniaya terhadapnya.

Kemuliaan tersebut dapat diraih dengan tetap menyambung silaturrahim kepada mereka yang memutuskan hubungan dengannya. Tentu sikap ini sangat sulit untuk dilakukan, namun bukan berarti mustahil dikerjakan oleh seseorang.

Demikianlah 4 perintah memaafkan orang lain dalam Alquran. Dalam menyambut hari raya, sudah seharusnya dijadikan momentum meredam ego diri untuk bisa memaafkan orang lain.(aqu/mui)

Editor Restu