Pembina BPK Anemar, Khairul sangat menyayangkan ulah oknum BPK Anbes tersebut karena menciderai persatuan relawan, yang memiliki visi dan misi sama menuju lokasi tempat kejadian kebakaran untuk memadamkan api.

“Kami juga tak mengerti kenapa pelaku marah dan merusak armada kami, versi dia katanya ketika armada kami mendahului unitnya membuat rombongan dia berbahaya,” kata Arul, Senin (6/2/23).

Farid, BPK Perintis, pun menyesalkan insiden tersebut. “Sangat disayangkan, kita mengejar ke lokasi untuk membantu memadamkan api, bukan mencari masalah tapi mencari pahala, namanya saja bersosial bukan sebaliknya seperti itu,” sesal Farid.

Saat dikonfirmasi, Mardi, pengurus BPK Anbes, mengaku tidak termasuk lagi didalam kepengurusan BPK Anbes Pulau Laut, sehingga tak mengetahui adanya insiden yang melibatkan BPK nya tersebut. Menurut Mardi, bahwa posisi ketua BPK Anbes sekarang sedang bekerja di luar daerah, dan satu bulan sekali baru pulang.

Walaupun dia bukan pengurus lagi, namun dia siap saja menjembatani permasalahan tersebut. “Saya coba konfirmasi dahulu dengan anggotanya (yang bersangkutan),” jawab Mardi yang sering di panggil kai Anbes ini. (ufx)

Editor Restu