BACA JUGA: Pria Bertato Dibekuk Satres Narkoba Polres HST di Barabai Darat

Saat itu Gutiérrez dilaporkan menghabiskan dua bulan dengan penjahat kawakan di penjara La Picota yang terkenal di Kolombia sampai pihak berwenang Peru akhirnya memastikan bahwa dia bukanlah orang yang mereka cari.

Setelah kejadian ini, Gutiérrez memutuskan pindah tempat tinggal ke Amerika Serikat (AS).

Dia menganggap hal itu sebagai cara terbaik untuk menghindari agar tidak lagi dipenjara di masa depan karena namanya.

Gutiérrez dan keluarganya pindah ke sana pada 2012.

Benar saja, setelah itu, dia berhasil hidup tanpa bersinggungan lagi dengan polisi atau penjara karena kasus salah tangkap.

Tetapi, cerita itu nyatanya hanya bertahan 11 tahun.

Hal ini terjadi pada awal 2023 ketika Gutiérrez mengetahui ayahnya yang sudah tua menderita sakit.

Dia pun memutuskan untuk terbang pulang untuk menemui sang ayah dengan mengetahui sepenuhnya risiko yang dia hadapi.

Sayangnya, ketakutan terburuk pria berusia 46 tahun itu terwujud begitu pesawatnya mendarat di Bogota.

Agen Interpol dilaporkan naik ke pesawat yang ditumpangi Gutiérrez tepat setelah berhenti di landasan bandara.

Petugas kemudian meminta kartu identitas Gutiérrez dan setelah memastikan namanya, mereka membawanya pergi.

Dia akhirnya dipindahkan ke kantor polisi Los Martires tempat dia ditahan sejak saat itu.

Sedihnya, ayah René Martínez Gutiérrez meninggal saat dia ditahan.

Dengan ini, dia jadi tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada sang ayah.

Sekali lagi, Gutiérrez dan keluarganya harus berusaha memastikan bahwa dia bukanlah pria yang polisi inginkan.

Kisah salah tangkap yang dialami Gutiérrez didokumentasikan dengan baik oleh media lokal Kolombia.

Dia selalu diberitakan ketika ditangkap.(DTM/berbagai sumber)

Editor : DTM