Selain kejadian rem mendadak, Boyke menyebut telah melewati beberapa kejadian.

"Saya diberikan tanda dari Tuhan beberapa kali. Tadi pagi mau berangkat taksinya salah terminal. Saya bilang tidak apa apa. Pas di terminal saya salah antri di Lion Air, kemudian tahu-tahu dikasih tahu Batik Air sudah mau terbang," ucapnya.

"Saya juga ketemu rombongan pulang haji, saya mau tuntun kopernya tapi dia seperti menolak tidak mau pergi. Dia bawa air zam-zam. Ya alhamdulillah benar-benar diberikan perlindungan. Coba kalau terbang ban depannya tidak jalan bagaimana. Kalau terlambat biasa dalam kehidupan. Yang penting kita semua selamat," katanya.

Boyke menyebut dia akan pergi ke Toraja untuk mengisi acara.

Dia tidak masalah jika akhirnya jadwal acara ceramah mengenai kanker serviks dan seks bebas ditunda.

"Saya sudah info ke panitia acara di Toraja. Kasihan panitia-nya sudah siapkan hotel dan lain lain. Saya bilang saya bertanggungjawab, walaupun ini bukan salah saya. Karena cuman ada satu penerbangan Wings ke Toraja jam 10.15 WIB. Saya bilang tidak masalah saya nambah satu hari Minggu asal ada pesertanya. Karena di Toraja kalau minggu kan suka ada acara gereja," ujarnya.

Penjelasan Batik Air

Pesawat Batik Air rute Jakarta menuju Makassar ngerem mendadak saat akan lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Batik Air menjelaskan penyebabnya.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6236 dijadwalkan berangkat pada pukul 05.30 WIB dari Soetta.

Pesawat tersebut berjenis Airbus 320-200 dengan registrasi PK-BKF.

"Dalam penerbangan ini, Batik Air bersiap untuk menerbangkan enam kru pesawat dan 131 tamu (penumpang). Setelah tahapan dan prosedur penanganan pesawat dan tamu di darat selesai, pesawat bergerak dan berada di landas pacu (runway) guna persiapan lepas landas (take off)" ucap Danang, Sabtu (30/7/2022).

Dia mengatakan pilot memutuskan membatalkan dan menunda keberangkatan atau rejected take off (RTO).