Atalia Minta Peziarah Datang Setelah Hari Pemakaman Eril, Ini Alasannya
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril putra sulung dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang meninggal di Swiss akan tiba di Jakarta pada Minggu (12/6) pukul 4 sore nanti.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Ridwan Kamil melalui keterangaan tertulisnya.
"Saat ini saya sedang membersamai jenazah Eril yang Insya Allah akan tiba jam 16.00 hari Minggu ini di Bandara Soekarno Hatta untuk selanjutnya berangkat ke Bandung," tulis Ridwan Kamil.
Lebih lanjut, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa jenazah Eril kemudian akan disemayamkan di Gedung Pakuan, Bandung. Ia pun mempersilahkan warga yang ingin bertakziah secara langsung.
"Jika ingin Takziah dipersilakan jika berkenan antara jam 22.00 Minggu malam sampai jam 08.00 Senin pagi di Gedung Pakuan," kata Ridwan Kamil.
Usai disemayamkan di Gedung Pakuan, Ridwan Kamil mengatakan bahwa jenazah Eril akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Cimaung, Bandung. Jenazah akan diberangkatkan pada pukul 09.00 WIB.
"Doakan, Insya Allah lancar semua urusan perjalanan pulang ini. Aamiin," pungkasnya.
Di tempat lain, Atalia Praratya, Istri Ridwan Kamil mengunggah informasi lebih lanjut seputar prosesi kedatangan hingga pemakaman Eril melalui akun Twitter pribadinya.
"Bismillah…Berikut informasi rencana kedatangan, pelaksanaan sholat jenazah dan pemakaman ananda Emmeril Kahn Mumtadz," tulis Atalia, Minggu (12/6).
"[Jenazah] disemayamkan dan disalatkan di Gedung Negara Pakuan. Ahad [Minggu] 12.06.22 pukul 22.00 WIB - Senin 13.06.22 pukul 08.00 WIB," sambungnya.
Atalia kemudian memberitahukan bahwa jenazah Eril akan dimakamkan di lokasi pembangunan Islamic Center, Cimaung Banjaran, pada Senin pukul 11.00 WIB. Gerbang pemakaman ditutup untuk umum mulai pukul 10.00 WIB.
Atalia mengimbau warga yang ingin berziarah untuk datang keesokan harinya.
"Untuk menghindari kemacetan dan [agar] ziarah yang lebih nyaman, kami mengimbau agar para peziarah datang di hari-hari berikutnya," tulis Atalia mengungkap alasannya meminta peziarah datang pada hari setelah pemakaman Eril. (*)
Editor: Erna Djedi