5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berbuka Puasa Sesuai Contoh Nabi SAW

Jika tidak ada kurma basah bisa diganti kurma kering. Apabila tidak ada kurma dapat minum madu atau makanan manis yang lain.

Kalau semua makanan manis itu ada sama sekali, sebatas minum air putih tiga kali tegukan saja sudah termasuk amalan baik.

Membaca doa berbuka puasa

Cara berbuka puasa sesuai contoh Nabi yang bisa diamalkan selanjutnya yaitu membaca doa berbuka puasa seperti pada umumnya.

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya: “Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Tidak menunda salat Magrib

Usai membatalkan puasa Nabi melanjutkan untuk menunaikan salat magrib terlebih dulu supaya tidak tertunda.

Anjuran salat Magrib sebelum makan besar ketika buka puasa ada dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik RA:

“Rasulullah SAW biasanya berbuka puasa dengan menyantap beberapa buah kurma segar sebelum mendirikan salat Magrib. Dan bila tidak ada kurma segar maka beliau menyantap buah kurma kering, bila tidak ada kurma beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Makan dan minum secukupnya

Pada bagian penutup yaitu bisa mulai makan, minum secukupnya, asalkan tidak berlebihan, bermewah-mewah, sampai kekenyangan.

Selain itu jangan sampai menyisakan makanan dan minuman yang menimbulkan mubazir, sebagaimana peringatannya dalam surah Al-Araf ayat 31: