Penjelasan Sri Mulyani Soal Pertamina Pilar Pencapaian Target Net Zero Emissions Indonesia
Iman menambahkan, aspirasi Pertamina dalam penerapan energi hijau dan berkelanjutan diterjemahkan ke dalam delapan pilar transisi energi antara lain meningkatkan spesifikasi kilang Pertamina untuk menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.
Kemudian, pengembangan lebih lanjut bioenergi dalam bentuk biomassa dan bioetanol.
Mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kapasitas panas bumi terpasang, dan pengembangan green hydrogen.
Pertamina juga mengambil peran strategis dalam produksi dan pengembangan ekosistem baterai di Indonesia.
"Kami juga berkomitmen untuk memperkuat gasifikasi terintegrasi, membantu pelanggan kami di sektor transportasi, rumah tangga, dan industri untuk mengurangi emisi. Di bidang pembangkit listrik, kami terus meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta rendah karbon yang memungkinkan kami mengurangi jejak karbon," katanya.
Upaya pemanfaatan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) untuk memanfaatkan karbon untuk peningkatan produksi beberapa ladang minyak dan gas juga menjadi fokus dalam penerapan energi hijau di perusahaan.
Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasi dan produksi, termasuk inisiatif memanfaatkan gas suar dan program Langit Biru untuk mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar rendah emisi karbon.
Pada kesempatan itu, Iman juga mengatakan, meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan menghadapi triple shock yakni penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri serta pergerakan nilai tukar dolar yang berdampak pada rupiah.
Namun Pertamina kembali mencatat sebagai perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 pada 2021.
"Dengan nilai revenue perusahaan sebesar US$ 41,47 miliar di tahun buku 2020, Pertamina berhasil menempati posisi 287 dalam Fortune Global 500 tersebut," ungkapnya.
Pertamina akan terus memperkuat komitmen untuk mencapai visi perusahaan dan aspirasi pemegang saham dalam rangka transformasi menuju perusahaan global energi terdepan dengan target nilai pasar $100 miliar pada 2024, sekaligus melanjutkan agenda utama transisi energi ke depan.
Transformasi melalui restrukturisasi holding dan subholding yang sudah berjalan merupakan langkah strategis untuk mampu beradaptasi dengan perubahan ke depan.