WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Tanda pagar atau tagar #StopWajibPCR menjadi trending topic warga Twitter Indonesia hari ini, Jumat (29/10/2021).
Tercatat ada lebih dari 8.000 cuitan netizen terkait tagar #StopWajibPCR di Twitter.
Mereka mengeluhkan serta menolak kewajiban tes Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19 bagi para pengguna jasa transportasi.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan kewajiban melakukan tes PCR bagi para pengguna transportasi guna mencegah penyebaran virus corona dengan tarif Rp 450.000 sekali tes.
Kemudian tarif itu diturunkan menjadi Rp 275.000 di Pulau Jawa dan Bali serta Rp 300.000 untuk luar Jawa dan Bali.
Kebijakan ini kemudian memantik protes rakyat dengan alasan di masa pandemi ini ekonomi rakyat sedang sulit lantas mengapa diwajibkan pula tes PCR dengan harus membayar sejumlah uang.
Mereka kuat menduga bahwa ini adalah permainan bisnis sekelompok orang di pemerintahan, sementara rakyat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi COVID-19.
Mereka mengatakan jika rakyat sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19, sebaiknya tak perlu lagi melakukan tes PCR.
“Terus selama ini vaksin buat apa Njirrrrrr #StopWajibPCR,” protes seorang netizen di Twitter.
“Pura pura bahagia itu sangat berat buat PROJO Katanya mendukung dengan totalitas, tapi kenapa kebijakan yg diambil kalian tidak dukung? #StopWajibPCR#StopWajibPCR,” sebut seorang lagi.
“Test βπ·πππππππππ πͺππππ πΉπππππππβ (PCR). India bisa patok harga Rp.96.000 utk Rakyatnya. Indra penciuman Publik makin kuat mendeteksi ajang bisnis Negara thdp Rakyat. #StopWajibPCR, #StopWajibPCR Pertimbangkan βScence of Urgency,” seorang lagi turut berkomentar. (brs)






