'Pengorbanan mereka tidak sia-sia. Dengan mitra Afrika, Eropa dan Amerika kami, kami akan melanjutkan perjuangan ini.'

Pada Oktober 2019, Departemen Luar Negeri AS menawarkan 'hingga $5 juta' untuk setiap informasi yang mengarah pada penangkapan atau pembunuhan Al-Sahraoui.

Al-Sahraoui yang lahir di Maroko mengaku bertanggung jawab atas penyergapan pada Januari 2018, saat ia membangun reputasinya di dalam ISIS.

Adnan Abou Walid Al-Sahraoui juga mengaku 'secara pribadi memerintahkan' pembunuhan enam pekerja bantuan Prancis dan pemandu serta sopir lokal mereka pada Agustus 2020.

Semua dibunuh oleh tim bersenjata ISIS dengan sepeda motor setelah mereka berangkat berkunjung ke Kouré Giraffe Reserve, di Niger. (*)

Sumber: Daily Mail
Editor: Erna Djedi