Sebagai tindak lanjut, Mesir akan memfasilitasi negosiasi pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas, yang diharapkan dapat mendukung gencatan senjata permanen. Sementara itu, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu sepakat untuk meluncurkan penyelidikan internasional atas dugaan kejahatan yang dilakukan selama konflik 11 hari antara Israel dan Hamas di Gaza.
Penyelidikan independen akan memiliki mandat luas untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran, tidak hanya di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, tetapi juga di Israel selama permusuhan yang dihentikan oleh gencatan senjata pada 21 Mei.
Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, sebelumnya mengatakan kepada dewan bahwa serangan mematikan Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang dan bahwa Hamas telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menembakkan roket ke Israel.
Mengutip laporan Reuters, Bachelet telah memverifikasi terbunuhnya 270 warga Palestina, termasuk 68 anak-anak, di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, oleh bom Israel yang dijatuhkan dalam serangan udara di Gaza selama Mei 2021.
Roket Hamas menewaskan 10 warga Israel, kata dia. Otoritas Israel menyebutkan jumlah mereka tewas di Israel 13. (ant)
Editor : Hasby







