WARTABANJAR.COM - Timnas Cape Verde atau Tanjung Verde, -- negara kecil di Kawasan Samudra Atlantik Tengah, sekira 570 kilometer di lepas pantai barat Afrika --, membikin kejutan di Piala Dunia 2026.

Cape Verde lolos ke babak 32 Besar Piala Dunia 2026 meski tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay dan Arab Saudi.

Bahkan, Cape Verde mampu menjadi runner up grup tanpa mengalami kekalahan karena terus bermain imbang selama laga fase grup.

Kini kejutan baru kembali datang dari mereka, namun kali ini kabar negatif.

Yakni, sang kapten Cape Verde, Ryan Mendes dijerat kasus dugaan pemerkosaan atau rudapaksa.

Kepolisian Selandia Baru menyatakan pemain berusia 36 tahun itu sedang diselidiki terkait dugaan kasus pemerkosaan yang disebut terjadi pada Maret 2026 atau sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung.

Menurut laporan media Brasil Globo Esporte, kasus itu terjadi saat Timnas Cape Verde menjalani agenda FIFA Series.

Mereka melakukan laga uji coba melawan Selandia Baru dan Chile.

Baca Juga: Jadwal Live Hasil Kolombia vs Portugal: Saatnya Ronaldo Gaspol Saat Mbappe-Messi Absen

Baca Juga: Skor Hasil Norwegia vs Prancis 1-4: Dembele Pesaing Baru Messi, Mbappe, Haaland

Adapun korban rudapaksa Ryan Mendes disebut-sebut adalah perempuan asal Brasil yang tinggal di Selandia Baru.

Saat itu, korban menjadi penerjemah bagi skuat Cape Verde.

Berdasar laporan disebutkan rudapaksa terjadi pada 27 Maret 2026 di hotel tempat Timnas Cape Verde menginap.

Korban mengaku ke polisi, Ryan Mendes masuk ke kamarnya, kemudian mencekik, memukul, menggigit, dan memerkosanya.

Hasil visum seperti dilansir Globo Esporte menyebut adanya sejumlah memar pada leher, bibir, serta beberapa bagian tubuh korban.

Pemeriksaan genital juga menemukan dua luka yang diduga akibat kekerasan seksual.

Korban telah mengirimkan pemberitahuan resmi beserta bukti kepada Federasi Sepak Bola Cape Verde dan FIFA pada 10 Mei 2026.

Namun, menurut laporan tersebut, belum ada respons.