Keluarga Kaya dari India ini Habiskan Rp 1 M Lebih Terbang ke Dubai Saat Pandemi COVID-19 Pakai Pesawat Pribadi, ini Alasannya
“Kami juga pernah singgah selama beberapa hari di Mumbai karena ada bisnis kami di sana. Kami memiliki toko dan rumah di sana, tetapi kali ini kami tidak mau mengikuti jalur itu karena ada situasi COVID-19,” ujarnya.

Sebagai pemegang visa tinggal Kartu Emas UEA, Mushtaque, istri dan putra bungsunya bahkan dapat terbang kembali pada penerbangan pulang-pergi dari UEA.
Namun, Abdullah, istri dan ketiga putranya belum mendapatkan residensi emas.
“Kami pikir lebih baik tidak terbang dengan orang lain, demi keselamatan kami,” kata Abdullah.
Mempertimbangkan semua aspek ini, pasangan ayah-anak ini memutuskan untuk terbang dengan pesawat pribadi dan menghabiskan begitu banyak uang untuk perjalanan enam jam.
Dia mengatakan salah satu temannya, yang bepergian secara teratur dengan jet pribadi, membantunya berhubungan dengan operator jet.
“Jet tidak segera tersedia. Saya sudah pesan 10 hari sebelumnya,” kata Abdullah.
Anak-anak lebih bersemangat, kenangnya.
“Mereka belajar di Dubai di sekolah yang sama dengan tempat saya belajar. Bagi mereka, Dubai adalah rumah pertama mereka dan mereka ingin segera kembali ke rumah mereka,” sebutnya.
Pekerjaan Bantuan COVID-19 di India
Mereka tidak hanya mengeluarkan uang untuk kenyamanan perjalanan mereka.
Mereka juga aktif melakukan kerja bantuan COVID-19 di desa mereka.
“Kakek saya memulai bisnis kami pada tahun 1950 di desa kami bernama Hojai di Assam, yang terkenal dengan oud. Sekarang, kami memiliki toko retail di seluruh GCC dan kami mendistribusikan produk kami ke lebih dari 30 negara. Kami telah mempekerjakan beberapa orang dari desa kami baik di luar negeri maupun di kampung halaman. Ayah saya menjalankan yayasan yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat desa kami,” katanya.
Dia mengatakan keluarganya telah memberi makan ribuan orang di desa mereka sejak lonjakan kasus COVID-19 di kampung halaman mereka.