Terdapat 325.000 kasus COVID-19 aktif di Bengaluru, dengan permintaan ICU dan unit ketergantungan-tinggi (HDU) yang mencapai 20 kali lipat dari kapasitas, kata H M Prasanna, Presiden Asosiasi Rumah Sakit dan Rumah Lansia Swasta di negara bagian Karnataka yang mencakup Bengaluru.  

"Setiap pasien yang datang ke rumah sakit membutuhkan tempat tidur ICU atau HDU. Itulah mengapa para pasien berlarian dari satu rumah sakit ke yang lainnya untuk tempat tidur ICU. Terjadi pula kekurangan pasokan oksigen medis. Kebanyakan rumah sakit kecil yang tak dapat memperoleh oksigen sehari-hari menolak untuk menerima pasien COVID," ujarnya.  

Sejumlah negara bagian India telah memberlakukan pembatasan pergerakan sosial dalam tingkatan berbeda dalam upaya untuk memutus penyebaran, namun pemerintah federal telah menolak untuk memberlakukan penguncian nasional.  

Bantuan dari negara-negara asing terus masuk, seperti dari Polandia, Belanda dan Swiss mencapai India pada Jumat ini, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi melalui cuitan di Twitter. (ant)

Editor: Yayu Fathilal