Prof M Nuh Berpesan Media Siber Boleh Ambil Cepat Tapi Harus Jujur, JMSI Jawa Timur Lolos Verifikasi Faktual
"Kita tidak mau ikuti pola Medsos yang mengambil kecepatan. Boleh ambil cepet tapi harus jujur. Para insan pers punya konsekuensi, demikian pula Dewan Pers. Intinya, jangan nambahi perkoro. Ini sifatnya reminding saja. Kalau JMSI masuk wilayah siber maka harus kuasai karakteristiknya. Karena itu JMSI siapkan agenda pelatihan untuk upgrading," tandasnya.
Sementara itu Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa menyampaikan terima kasih pada M. Nuh yang telah bersedia meluangkan waktu untuk hadir pada verifikasi faktual JMSI Jatim.
"Ini kehormatan JMSI ketemu Pak Nuh. Seperti diketahui JMSI sangat serius memperhatikan digital culture," jelas Teguh.
Ditambahkan Teguh, JMSI yang memiliki jumlah keanggotaan di seluruh Indonesia, berusaha untuk menciptakan pemberitaan tidak hanya kecepatan tapi juga akurasi.
Namun yang disayangkan Teguh, publik belum bisa membedakan mana media siber dan Medsos. Karena itu masyarakat perlu diberi pemahaman terkait hal ini.
Di tempat yang sama, Ketua JMSI Jatim, Eko Pamuji mengatakan JMSI Jatim telah memiliki anggota yang kredibel. Menurutnya, semua media yang tergabung dalam JMSI Jatim rata-rata telah terverifikasi faktual di Dewan Pers.
"Anggota JMSI tidak banyak, tapi kita memiliki anggota yang kredibel. Semua media yang tergabung di JMSI Jatim sudah berbadan hukum dan beberapa sudah terverifikasi faktual. Namun bagi media yang belum terverifikasi, JMSI siap bantu untuk verifikasi sekaligus mendaftar di Dewan Pers," katanya.
Eko juga mengatakan, sebelum JMSI Jatim lolos verifikasi faktual, pihaknya sudah menjalankan kode etik jurnalistik yang ada.
"Kita selalu menjaga konten-konten dengan baik. Kita juga tidak mau gadaikan trust untuk berita-berita yang tidak layak. Semoga verifikasi faktual JMSI Jatim menjadi semangat kami untuk media siber yang dipercaya masyarakat," tutupnya. (has/*)
Editor : Hasby