10 Kanal di Banjarmasin Ini Ternyata Peninggalan Belanda, Begini Nasibnya Kini
Sungai Veteran yang terdata panjangnya 1,219 kilometer tersebut dari muaranya di sungai Martapura samping Tempekong hingga simpang 4 jalan Veteran tersebut sebelumnya pada masa kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin H Muhidin, periode 2010--2015 ditata menjadi sungai diantara dua jalan.
Sehingga sungai itu akan menjadi ikon wisata, di mana transportasi sungai akan bisa beroperasi sebagai andalannya, namun rencana itu kini tenggelam, tidak ada ekspos kelanjutannya.
Saat ini usai banjir, normalisasi sungai Veteran kembali bergerak, diantaranya membongkar puluhan toko dan satu pos polisi di samping pasar Kuripan yang menutupinya. Selain itu juga dikeruk karena sudah sangat dangkal.
Selain itu sejumlah jembatan dan juga rumah warga yang menjorok ke sungai Veteran juga diminta dibongkar sendiri pemiliknya atau dibongkar paksa Satgas normalisasi sungai dan penanganan banjir.
Akhirnya kini sungai Veteran mulai ada kemajuan, sepanjang permukaan sungai mulai tampak terlihat hampir 100 persen meski terkadang lebar kemudian mengecil luasnya, demikian juga air sungai mulai mengalir.
Kanal cukup berfungsi
Kanal buatan Belanda di Banjarmasin yang dianggap masih berfungsi cukup baik namun tetap tidak seperti semula adalah sungai Awang, sungai Zafri Zamzam, sungai Antasan Bondan dan sungai Antasan Raden.
Sungai Awang, adalah sungai membentang antara wilayah Kelurahan Sungai Miai dan Sungai Andai di Banjarmasin Utara, atau tepatnya di bawah jembatan Sungai Andai.
Sungai yang didata Pemkot Banjarmasin dengan panjang 1.999 meter dan luas 63 meter tersebut bermuara di sungai Martapura dan berakhir ke sungai Barito.
Sungai tersebut kini masih bisa dilalui kapal-kapal kayu cukup besar, sebab jembatan sungai Andai sudah dibuat lebih tinggi untuk bisa dilalui transportasi sungai.
Sungai tersebut biasa juga dijadikan tempat latihan para atlet dayung Kalsel, hingga bisa dinilai kondisi sungai yang merupakan dulunya kanal buatan Belanda tersebut masih cukup baik.
Kemudian sungai Zafri Zamzam di Jalan Zafri Zamzam Banjarmasin Barat merupakan sungai yang bermuara langsung ke sungai Barito, sungai terpanjang di Kalimantan.