Karena tugas Satgas ini akan banyak melakukan ketegasan di lapangan menertibkan bangunan yang dinyatakan menghalangi aliran sungai, termasuk jembatan dan lainnya.

Langkah ini harus dilakukan pemerintah kota, agar tidak terjadi lagi banjir di masa datang yang menyebabkan air lambat turun akibat sungai-sungai terganggu alirannya.

Kanal Veteran dan A Yani

Diantara kanal-kanal buatan Belanda di Kota Banjarmasin yang difokuskan untuk dinormalisasi oleh Satgas Normalisasi Sungai dan Penanganan Banjir Kota Banjarmasin adalah Sungai Veteran dan Sungai A Yani.

Sungai Veteran dan A Yani memang berada di tengah kota, keberadaannya menjadi vital sebagai penanggulangan banjir di wilayah jantung kota.

Sungai Veteran dan A Yani menurut cerita orang dulu, merupakan sungai yang cukup besar, hingga kapal-kapal sedang milik pedagang mampu masuk, namun kondisi sekarang kedua sungai itu hanya dianggap seperti drainase.

Sungai di Jalan A Yani contohnya, sungai di jalan protokol tersebut hampir tidak terlihat seperti sungai lagi, bahkan sampan saja tidak bisa lewat lagi, selain jalan yang makin dilebarkan menggerusnya, jembatan-jembatan rumah toko juga sudah menghalanginya.

Sungai A Yani dari KM-1 hingga KM-6 perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar sudah tinggal cerita, sisa-sisanya tidak lebih hanya sebagai drainase, terkadang lebar terkadang sempit, tertutup jembatan rumah toko, hingga sulit lagi dikembalikan ke aslinya.

Sungai Veteran sempat lebih parah lagi kondisinya, puluhan tahun mati suri, permukaan sungai ditutup bangunan rumah warga, hingga sekitar tahun 2016 baru semuanya bisa ditertibkan semuanya.

Meski sudah mulai terlihat bentuk sungainya saat ini, namun kondisinya juga tidak sesuai aslinya dulu, sekarang sebagiannya sudah menyempit.

Tapi kondisi sungai Veteran lebih mendingan daripada sungai A Yani, karena sebagiannya terlihat luas, bahkan proyek pusat untuk normalisasi sungai itu, yakni, penyiringan sempat terlaksana, meski dua tahun ini terhenti.