Mengutip BBC, para penyidik hak asasi manusia PBB sendiri menyimpulkan bahwa sejak lama ujaran kebencian di Facebook memainkan peran penting dalam menggerakkan kekerasan di Myanmar.
Oleh karena itu, memblokir Facebook, media sosial atau internet ketika mayoritas rakyat Myanmar sudah menganggap internet dan media sosial bagian tak terpisahkan dalam hidupnya, bisa kontraproduktif bagi junta dan sebaliknya makin membesarkan antipati rakyat terhadap junta.
Di sini, junta akan rugi besar dan bisa mati langkah, terlebih bagian terbesar dunia tak sudi mengakui mereka.
Tetapi, tetap mengaktifkan Facebook juga sama dengan menyediakan saluran perlawanan terhadap junta. Ini buah simalakama untuk junta Myanmar. (ant)
Editor: Erna Wati







