WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Tercatat 308 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan total 330 korban di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Korban perempuan masih mendominasi dengan 130 orang, disusul anak-anak sebanyak 193 orang.
Jenis kekerasan yang paling banyak terjadi meliputi kekerasan psikis, seksual, dan fisik. Data terbaru berasal dari SIMFONI PPA pada Semester I Tahun 2025.
Baca Juga
“Data ini mencerminkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi isu serius di daerah kita. Bahkan modus TPPO semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi dan kerentanan sosial ekonomi,”
kata epala DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah.
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapakan mampu menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurut Husnul, pencegahan tidak bisa berjalan sendiri dan harus melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan media.
“Kita tidak ingin RP3 hanya menjadi simbol atau kegiatan seremonial. Kita ingin RP3 menjadi gerakan nyata, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan kerja yang lebih setara dan peduli,” tegasnya.
Sebagai provinsi yang terus berkembang, Kalimantan Selatan berkomitmen memastikan setiap warganya, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak, mendapat perlindungan menyeluruh.







