MIRIS! Atap SDN Tinggiran Darat Batola Ambruk, Terlihat Sejak 2022, Siswa Terpaksa Belajar di Ruang Seadanya
WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Dunia pendidikan di Barito Kuala kembali tercoreng dengan insiden memilukan. Atap bangunan SDN Tinggiran Darat, Kecamatan Mekarsari, Batola, ambruk total, membuat ruang kelas tak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pantauan di lokasi, kelas IV menjadi yang paling parah terdampak. Seluruh rangka kayu dan seng atap runtuh berhamburan ke lantai. Di ruang sebelahnya, yakni kelas III, kondisi tak kalah memprihatinkan: sebagian plafon dan konstruksi atap juga ikut roboh.
Lebih ironis lagi, kelas II yang atapnya sudah miring dan mengkhawatirkan masih dipakai untuk belajar, meski penuh risiko.

Kepala SDN Tinggiran Darat, Salafuddin, mengungkapkan tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak 2022. Karena itulah, kelas III dan IV sudah lama dikosongkan sebelum akhirnya benar-benar ambruk pada Agustus 2025 lalu.
“Sejak 2022 sudah ada tanda-tanda atapnya mau ambruk. Makanya dua tahun ini ruang kelas itu tidak dipakai. Tapi awal Agustus 2025 kemarin akhirnya runtuh,” jelasnya, Selasa (23/9/2025).
Kini, siswa harus belajar secara darurat dengan memanfaatkan ruang seadanya. Sebagian belajar di ruang Kepala Sekolah, sebagian lagi di perpustakaan.

Situasi ini menambah panjang deretan potret buram dunia pendidikan di daerah. Gedung sekolah yang seharusnya menjadi tempat nyaman dan aman bagi siswa, justru menjadi ancaman.
Pertanyaannya, kapan ada solusi nyata agar anak-anak Batola bisa belajar dengan aman, tanpa dihantui reruntuhan bangunan tua?(Wartabanjar.com/Frans)
editor: nur muhammad