Mantan Mendag Lutfi Dukung Akuisisi Saham BYAN: "Ini Proses Nasionalisasi Merah Putih"
Namun, ia justru mengalihkan sebagian kepemilikan sahamnya kepada sang anak, Elaine Low, yang berstatus warga negara Singapura.
Menurut Lutfi, perubahan kepemilikan saham kepada pihak asing (Elaine Low) perlu dilihat dari ketentuan hukum dan perizinan yang berlaku.
Tak hanya itu, Lutfi juga menyoroti sumbangan sebesar 101 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,7 triliun yang disebut berasal dari Low Tuck Kwong untuk pemberian beasiswa dan pendidikan di Singapura.
Ia mempertanyakan kontribusi pengusaha yang meraih kekayaan dari SDA Indonesia terhadap pendidikan di dalam negeri.
“Bukannya berterima kasih dan membantu pendidikan di Indonesia, dia malah menyumbang Rp1,7 triliun ke Singapura,” ujar Lutfi.
Karena itu ia menilai pengambilalihan saham Bayan sebagai bagian dari cita-cita agar kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat lebih besar bagi bangsa tanpa harus menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Jadi, pengambilalihan saham ini bukan proses ugal-ugalan, tapi amanah dari Undang-Undang Dasar 1945 untuk menyejahterakan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Seperti diketahui Dato Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low sepakat melepas 10 miliar saham kepada Haji Isam.
Mereka telah meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) dengan Haji Isam lewat PT Jhonlin Baratama, Rabu (16/9/2026) lalu.
"Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhnya atau seluruh syarat pendahuluan, pembeli (Haji Isam) akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa perseroan," kata Direktur PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/9/2026).
Hingga akhir Agustus 2026, Dato Low Tuck Kwong tercatat memiliki 13,42 miliar saham (40,25 persen), sedangkan Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham (22,00 persen).
Jika digabung, keduanya memiliki 20,75 miliar saham BYAN atau setara 60,25 persen.
Dengan kesepakatan tersebut, maka Haji Isam memiliki 30,25 persen saham BYAN. (wartabanjar.com/berbagai sumber)