Tardozzi pun memakluminya, sebab hal itu logis untuk dilakukan dalam sebuah tim balapan demi mengejar tujuan besar.

Cepat atau lambat, Tardozzi merasa Aprilia akan segera menerapkan team order, mengatur siapa yang secara matematis masih berpeluang juara dunia untuk lebih mulus, dalam mencapai kemenangan dan podium di sisa musim.

Termasuk kemungkinan membantu dalam upaya mencari lap cepat saat kualifikasi, yang bisa jadi awal mula strategi dilakukan demi kelancaran balapan.

"Itu logis… Saya (juga) akan melakukannya," kata Tardozzi.

Tardozzi sendiri juga tidak akan mengendurkan semangat timnya, terutama di garasi Marc Marquez, untuk segera mengejar balik Martin dalam pundi-pundi klasemen kejuaraan dunia.

Pria asal Italia itu masih berambisi membawa Marquez, untuk mempertahankan gelarnya tahun ini.

"Tertinggal dua poin dari Martin dan meninggalkan dua poin di belakang Martin adalah sebuah kesuksesan bagi kami," kata Tardozzi kepada Sky Italia.

"Masalah sebenarnya adalah Aprilia telah terbukti jauh lebih unggul, terutama di sini (Mandalika). Jika kita mampu mempertahankan performa di Australia, saya rasa Kejuaraan Dunia masih bisa kita menangkan," ujarnya optimistis.

Kepercayaan diri Tardozzi berangkat dari tata letak Sirkuit Phillip Island di MotoGP Australia 2026, yang berlawanan arah jarum jam. Marc Marquez sangat dikenal andal menaklukkan sirkuit dengan jumlah tikungan ke kiri yang lebih banyak. (Wartabanjar.com)