WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian Polresta Banjarmasin. 

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas siap dilakukan Polresta Banjarmasin agar antrean kendaraan yang mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kemacetan.

Ditegaskan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, pihaknya akan mengantisipasi kepadatan kendaraan di area SPBU. 

"Polresta Banjarmasin siap bersinergi dengan instansi terkait untuk mendukung situasi yang kondusif di tengah persoalan distribusi BBM. Melalui pengamanan dan pengaturan lalu lintas, diharapkan antrean kendaraan tidak berkembang menjadi persoalan baru serta masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman," ujar Riza dalam pertemuan di DPRD Kalsel, Rabu (14/10/2026).

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Laki-laki Tewas dalam Rumah Warga di Tembus Mantuil Banjarmasin

Baca juga: Kejari Tanah Laut Teliti Berkas Perkara Tahap I Kasus Dugaan Perbuatan Cabul Oknum Pegawai Kemenag

Komitmen tersebut sejalan dengan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi DPRD Kalimantan Selatan dalam rapat paripurna, Rabu. 

Sementara, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menyatakan rekomendasi akan diteruskan kepada Satgas BBM dan instansi terkait untuk memperbaiki tata kelola distribusi.

Sedangkan Ketua Pansus BBM HM Syaripuddin menyoroti pentingnya pengawasan ketat guna mencegah penyimpangan distribusi hingga ke SPBU.

Ia berharap seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah dan instansi terkait sehingga pengawasan distribusi BBM bersubsidi semakin kuat dan penyalurannya benar - benar tepat sasaran.

Pada Jumat (9/10/2027), antrean panjang truk kembali terjadi di SPBU di Banjarmasin. 

Pantauan Wartabanjar.com di SPBU Jalan Ahmad Yani kilometer 5,7, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, puluhan dumptruck dan angkutan barang berbaris di pinggir jalan ke arah luar kota untuk mendapatkan biosolar. (Wartabanjar.com)