WARTABANJAR.COM - Sekelompok peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, berhasil menyulap ponsel Android bekas menjadi "otak" robot humanoid, yakni robot yang bentuknya menyerupai manusia. 

Ide tersebut berhasil diwujudkan oleh peneliti dengan menjadi prototipe robot yang dapat berjalan dan mengikuti manusia.  

Robot bernama PhoneBot ini dirancang dengan memanfaatkan berbagai komponen smartphone, sebagai alternatif perangkat keras khusus yang harganya relatif mahal. 

Komponennya termasuk kamera dan sensor gerak. Beberapa di antaranya bahkan merupakan HP Android keluaran lama.

Secara umum, PhoneBot memiliki tinggi sekitar 19 inci atau 48 cm dan bobot sekitar 1,8 kg. Meski kecil, demonstrasi robot ini menunjukkan kemampuannya dalam berjalan, mengikuti seseorang, hingga bangkit kembali setelah terjatuh dengan posisi telungkup.

HP Android dipasang di bagian badan robot. Kamera smartphone digunakan untuk mengenali dan mengikuti seseorang, sementara sensor geraknya membantu memantau pergerakan dan orientasi robot. 

Baca Juga: Yandex Mudahkan Pengguna Akses Video Viral di Medsos Tanpa VPN

Baca Juga: Mantan Karyawan Hapus Server Perusahaan Usai Dipecat

Seperti dirilis Kompas.com dari Digital Trends, Senin (12/10/2026), smartphone yang terpasang juga memproses instruksi gerakan, kemudian mengirimkannya melalui Wi-Fi ke komputer kecil yang mengendalikan 13 motor pada PhoneBot.

Peneliti menguji robot ini dengan empat perangkat Android, termasuk ponsel Honor 9 yang dirilis pada 2017, serta sejumlah HP Motorola dan Samsung kelas terjangkau. 

Keempat perangkat mampu menjalankan tugas-tugas utama PhoneBot. Namun, robot dengan ponsel Honor 9 tidak bisa menjalankan fitur pemetaan, karena unit ponsel yang dipakai dalam riset itu tidak dilengkapi layanan Google yang diperlukan.

PhoneBot masih memiliki sejumlah keterbatasan. Robot ini belum dilengkapi tangan atau lengan, sementara kemampuan berjalannya baru dikembangkan untuk permukaan datar. 

Motor yang digunakan juga membatasi beban yang dapat ditopang. Peneliti berencana mengembangkan kemampuan PhoneBot agar bisa berjalan di permukaan tidak rata, menambahkan lengan ringan, serta memindahkan lebih banyak pemrosesan suara langsung ke smartphone.